Hoaks mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik masih kerap beredar dan memicu keresahan di masyarakat. Informasi palsu semacam ini menyebar cepat melalui berbagai platform media sosial dan dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi maupun sosial.
Penyebaran klaim yang tidak berdasar bukan hanya berdampak pada psikologis publik, tetapi juga dapat memengaruhi kebijakan pemerintah serta operasional lembaga terkait seperti Pertamina dan PLN. Karena itu, literasi digital dan kebiasaan memverifikasi informasi menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh.
Berikut sejumlah hoaks terkait harga BBM dan listrik yang beredar, berdasarkan temuan Tim Cek Fakta Liputan6.com.
1) Klaim harga BBM di Jawa dan Bali berubah pada 9 Maret 2026
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan yang mengklaim harga BBM di Pulau Jawa dan Bali berubah sejak 9 Maret 2026. Postingan tersebut disebut beredar sejak pekan sebelumnya, salah satunya diunggah oleh sebuah akun di Threads pada 8 Maret 2026.
Dalam unggahan itu tercantum catatan: “Harga di atas, khusus Pulau Jawa dan Bali” dan “Harga per setengah liter”.
2) Klaim Menkeu Purbaya menyebut harga Pertalite sebenarnya Rp 4.000 per liter
Hoaks lain yang beredar di media sosial memuat klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan harga Pertalite sebenarnya hanya Rp 4.000 per liter. Unggahan ini ditemukan beredar di salah satu akun Facebook pada 16 Oktober 2025.
Dalam narasi unggahan tersebut tertulis: “Harga Pertalite sebenarnya kata Menkeu Purbaya itu hanya 4 ribu rupiah/liter....dijual Rp 10 rb gak turun2...terus kelebihan Rp6 ribu nguap di kemana....?? Usut tuntas.”
Unggahan itu juga menyertakan poster bergambar wajah Menkeu Purbaya dengan narasi: “PRESIDEN PRABOWO MEMBENTUK TIM AUDIT SUBSIDI BBM” dan “HARGA DASAR PERTALITE ADALAH RP 4000”.
Di tengah derasnya arus informasi, membedakan fakta dan hoaks menjadi kunci agar publik tidak mudah panik atau terseret agenda tertentu. Masyarakat disarankan memeriksa ulang informasi yang diterima sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
Untuk penelusuran dan verifikasi hoaks, Kanal Cek Fakta Liputan6.com aktif memberikan literasi media sejak 2018. Kanal ini bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) sejak 2 Juli 2018, menjadi partner Facebook, serta merupakan bagian dari inisiatif cekfakta.com.
Informasi yang ingin ditelusuri dapat dikirimkan melalui email cekfakta.liputan6@kly.id. Liputan6 Cek Fakta juga menyediakan layanan chatbot WhatsApp di 0811-9787-670.

