Daftar Hoaks Bantuan Mengatasnamakan Umat Beragama yang Beredar di Media Sosial

Daftar Hoaks Bantuan Mengatasnamakan Umat Beragama yang Beredar di Media Sosial

Sejumlah informasi menyesatkan terkait bantuan yang mengatasnamakan umat beragama kembali beredar di media sosial. Klaim-klaim tersebut menawarkan program bantuan dengan nilai besar dan proses pendaftaran cepat, namun berpotensi merugikan masyarakat karena dapat mengarahkan korban untuk menghubungi pihak tertentu atau mengikuti instruksi yang tidak jelas.

Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menemukan sedikitnya tiga klaim yang beredar pada akhir Maret hingga awal April 2026. Berikut rangkumannya.

1) Klaim pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia

Sebuah akun TikTok pada 30 Maret 2026 mengunggah informasi tentang pendaftaran program bantuan Direct Aid Program (DAP) dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Dalam unggahan itu disebutkan nominal bantuan mulai dari Rp150 juta hingga Rp2 miliar, dengan tujuan membantu modal usaha pribadi serta mendukung pembangunan pura dan kegiatan umat. Pengunggah juga menyatakan kuota terbatas dan mengarahkan warganet untuk menghubungi penanggung jawab melalui kontak yang dicantumkan di bio profil.

2) Klaim cara mendapatkan bantuan dana dari Ditjen Bimas Kristen secara online

Postingan lain yang beredar sejak pekan terakhir Maret 2026 menyebutkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen melayani bantuan dana DAP secara online di seluruh Indonesia. Salah satu unggahan di Facebook pada 29 Maret 2026 mengklaim proses persetujuan cepat, tanpa biaya administrasi maupun deposit.

Dalam narasinya, postingan itu menyebut bantuan semester pertama 2026 ditujukan bagi warga Kristen maupun non-Kristen, tempat ibadah, yatim piatu, dan lainnya. Unggahan tersebut juga mencantumkan klaim bahwa program itu merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah Australia untuk mendukung kebebasan beragama di Indonesia. Postingan disertai gambar berlogo Kementerian Agama serta tanda tangan yang disebut milik Dr Jeane Marie Tulung sebagai Dirjen Bimas Kristen.

3) Klaim video Dirjen Bimas Islam Kemenag mengumumkan hibah dari Arab Saudi untuk 500 orang

Di Facebook, sebuah akun pada 4 April 2026 mengunggah klaim bahwa Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad menyampaikan adanya bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima pada periode 2026. Unggahan itu disertai ajakan agar masyarakat segera mendaftar sebelum ditutup dan menyediakan menu untuk mengirim pesan.

Postingan tersebut turut menyertakan potongan video berita Kompas TV, disertai narasi yang mengklaim Abu Rokhmad memberikan penjelasan dan mengarahkan masyarakat untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan bantuan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi bantuan yang beredar di ruang digital, terutama yang mengatasnamakan lembaga resmi atau tokoh tertentu. Verifikasi informasi menjadi langkah penting untuk mencegah dampak hoaks, termasuk potensi kerugian bagi korban maupun pihak yang dicatut namanya.