Sebuah video yang beredar luas di YouTube memuat klaim bahwa Singapura menantang perang Indonesia dan mengusir kapal perang Republik Indonesia (RI) di Selat Malaka. Video tersebut juga menyebut situasi itu disebut-sebut membuat Presiden RI Prabowo Subianto murka.
Namun, berdasarkan penelusuran cek fakta yang dirujuk dalam materi ini, klaim dalam video viral tersebut merupakan informasi yang perlu diverifikasi dan tidak dapat diterima begitu saja tanpa bukti pendukung yang jelas.
Dalam unggahan yang beredar, narasi dibangun seolah-olah terjadi konfrontasi militer antara Singapura dan Indonesia di jalur pelayaran strategis Selat Malaka. Selain itu, video tersebut mengaitkan peristiwa yang diklaim terjadi dengan reaksi Prabowo, meski tidak disertai data, dokumen, maupun pernyataan resmi yang dapat menguatkan cerita tersebut.
Hingga informasi ini disusun, tidak ada rincian terverifikasi dalam materi yang tersedia mengenai waktu kejadian, identitas kapal, kronologi insiden, maupun rujukan pernyataan resmi yang membenarkan klaim bahwa Singapura mengusir kapal perang RI atau menantang perang Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati menyikapi konten viral di media sosial, khususnya yang memuat narasi konflik antarnegara, dan memastikan informasi berasal dari sumber yang kredibel serta didukung bukti yang dapat diperiksa.