Sebuah video yang menampilkan testimoni sejumlah orang yang diklaim sebagai penerima dana pinjaman dari Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih beredar di media sosial pada awal Juli 2026. Unggahan tersebut ramai dibagikan sejumlah akun Facebook dan disertai narasi serupa.
Dalam video itu juga dicantumkan nomor WhatsApp yang disebut dapat dihubungi untuk memperoleh dana pinjaman. Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa video tersebut merupakan hoaks dan diduga merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).
Tim Cek Fakta menemukan sejumlah kejanggalan pada unggahan tersebut. Video tidak menyertakan keterangan alamat atau lokasi koperasi yang memberikan pinjaman, melainkan hanya menampilkan kontak WhatsApp. Selain itu, narasi yang disampaikan di beberapa unggahan sama, begitu pula identitas akun pengunggah yang menggunakan nama “Koperasi Merah Puteh” dan bukan akun resmi.
Berdasarkan temuan itu, Tim Cek Fakta kemudian memeriksa keaslian video menggunakan platform pendeteksi AI. Hasil uji Hive Moderation menunjukkan video pertama memiliki probabilitas 99,5 persen dihasilkan AI. Video kedua terdeteksi memiliki probabilitas AI generatif yang tinggi menurut Hive Moderation, yakni 95,8 persen.
Sementara itu, video ketiga diuji menggunakan Detect Video AI dan terdeteksi memiliki probabilitas 60 persen dibuat oleh AI generatif.
Dengan demikian, Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa video testimoni penerima pinjaman Kopdes Merah Putih yang beredar tersebut merupakan hasil manipulasi. Pengujian melalui Hive Moderation dan Detect Video AI menunjukkan ketiga video memiliki probabilitas tinggi sebagai konten AI generatif.