Cek Fakta: Video Sri Mulyani Umumkan Program “Berbagi Rezeki” Terbukti Konten Buatan AI

Cek Fakta: Video Sri Mulyani Umumkan Program “Berbagi Rezeki” Terbukti Konten Buatan AI

Sebuah video yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seolah-olah mengumumkan program “berbagi rezeki” dipastikan tidak benar. Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menunjukkan video tersebut merupakan konten buatan kecerdasan buatan (AI).

Verifikasi dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi AI melalui situs Hive Moderation. Hasilnya, video pada klaim tersebut terindikasi 99,9 persen buatan AI, sementara audionya terdeteksi 98,1 persen dihasilkan AI.

Selain itu, penelusuran juga dilakukan melalui Google Image. Dari penelusuran tersebut ditemukan bahwa video yang beredar identik dengan kegiatan Sri Mulyani saat masih menjabat Menteri Keuangan pada 27 Juni 2024. Kegiatan itu tercantum dalam keterangan pers di situs Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berjudul “Gelar Konferensi Pers APBN Kita, Menteri Keuangan Laporkan Kinerja APBN Hingga Akhir Mei 2024”.

Dalam konferensi pers APBN Kita yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 27 Juni 2024, Sri Mulyani menyampaikan bahwa situasi ekonomi global dan nasional sangat memengaruhi kinerja APBN.

Ia melaporkan, hingga akhir Mei 2024 pendapatan negara mencapai Rp 1.123,5 triliun atau 40,1 persen dari target APBN tahun itu. Meski dinilai mencerminkan capaian yang cukup baik, pertumbuhan pendapatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat menurun 7,1 persen.

“Seperti diingat tahun 2023 dan 2022 di mana kenaikan harga komoditas terutama pada tahun 2022 itu luar biasa tinggi sehingga membukukan penerimaan dari sisi perpajakan maupun PNBP yang cukup tinggi. Ini tentu sesuatu yang perlu untuk terus kita monitor dan waspadai,” kata Sri Mulyani.

Pada periode yang sama, belanja negara dilaporkan telah mencapai Rp 1.145,3 triliun atau setara 34,4 persen dari total pagu APBN. Angka tersebut menunjukkan peningkatan belanja 14,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sri Mulyani juga menyampaikan keseimbangan primer APBN berada dalam kondisi positif dengan surplus Rp 184,2 triliun.