Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan seorang pria yang mengaku telah menerima bantuan Direct Aid Program (DAP) dari Pemerintah Australia. Dalam narasi yang menyertai unggahan, bantuan tersebut diklaim disalurkan melalui Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty.
Unggahan itu juga mengajak warganet untuk mendaftar sebagai penerima bantuan DAP dengan menghubungi pengunggah video. Video serupa ditemukan dibagikan oleh beberapa akun Facebook.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa video tersebut merupakan konten manipulasi yang dibuat dengan teknologi artificial intelligence (AI). Saat ditelusuri, tidak ditemukan informasi di media sosial Jacklevyn terkait penyaluran bantuan DAP Australia sebagaimana klaim dalam video.
Tim Cek Fakta juga menelusuri sumber video menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya menunjukkan bahwa video itu memanipulasi sebuah foto dari unggahan akun Facebook @PutraBiri pada 6 Maret 2026. Foto asli menampilkan pemilik akun berpose di Gereja Basilika Hati Kudus, Brussel, Belgia.
Selain itu, pemeriksaan menggunakan Hive Moderation mendeteksi suara pria dalam video sebagai suara AI generatif dengan probabilitas mencapai 99 persen. Pemeriksaan lain dengan Truth Scan juga mendeteksi probabilitas 99 persen bahwa suara tersebut dihasilkan oleh AI.
Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, di media sosial juga sempat beredar klaim bantuan DAP Australia yang mencatut nama Jacklevyn Frits Manuputty dan telah dinyatakan sebagai hoaks berdasarkan penelusuran.
Dengan demikian, video pria yang mengaku menerima bantuan DAP Australia tersebut dinyatakan tidak valid karena merupakan hasil manipulasi AI, serta tidak didukung informasi yang dapat diverifikasi mengenai penyaluran bantuan melalui pihak yang disebutkan dalam narasi.