Liputan6.com melakukan penelusuran terhadap video yang mengklaim seorang polisi dari Medan menerima bantuan DAP Australia sebesar Rp 1 miliar. Pemeriksaan dilakukan dengan memanfaatkan situs pendeteksi konten berbasis AI, Hive Moderation.
Berdasarkan hasil analisis Hive Moderation, video tersebut terdeteksi 99,9 persen merupakan buatan AI. Sementara itu, bagian audio dinilai 76,4 persen merupakan hasil AI, dan indikator deepfake mencapai 85,5 persen.
Penelusuran juga dilakukan dengan mengunjungi akun Instagram resmi milik Jacklevyn Frits, yaitu @jackymanuputty. Dari hasil pemeriksaan pada akun tersebut, tidak ditemukan informasi mengenai pemberian bantuan DAP Australia senilai Rp 1 miliar kepada anggota polisi bernama Abraham sebagaimana disebutkan dalam video.
Dengan demikian, klaim dalam video tersebut tidak didukung oleh temuan penelusuran yang dilakukan.