Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Pendeta Regina Putri Rende, pendeta asal Kota Bitung, Sulawesi Utara, membagikan bantuan Direct Aid Program (DAP) dari Pemerintah Australia. Dalam narasi yang menyertai unggahan tersebut, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan diminta mendaftar melalui akun Facebook yang mencantumkan nama Pendeta Regina Putri.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim itu tidak benar. Video tersebut terindikasi merupakan konten manipulasi dan mengarah pada modus penipuan.
Dalam pemeriksaan awal, gerakan bibir pada video tampak tidak selaras dengan suara dan perkataan yang terdengar. Untuk memeriksa keasliannya, dilakukan pengecekan menggunakan perangkat pendeteksi konten buatan, yaitu Hive Moderation dan Truth Scan.
Berdasarkan hasil analisis Hive Moderation, suara yang seolah-olah menampilkan Pendeta Regina Putri menawarkan dana bantuan DAP Australia terdeteksi sebagai suara AI generatif dengan probabilitas 99,1 persen. Sementara itu, video tersebut juga teridentifikasi memiliki probabilitas 80,7 persen dihasilkan oleh AI.
Adapun Truth Scan mendeteksi suara dalam video itu memiliki probabilitas 88 persen dibuat menggunakan AI.
Penelusuran lanjutan dengan teknik reverse image search menemukan bahwa video tersebut memanipulasi foto yang berasal dari akun Instagram Pendeta Regina Putri. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa video itu bukan konten asli.
Konten semacam ini dinilai berpotensi menjadi bagian dari praktik phishing, yakni upaya memancing calon korban untuk menyerahkan data pribadi. Modusnya kerap menggunakan penawaran hadiah atau bantuan. Jika data pribadi seperti nama, nomor telepon, atau nomor identitas diberikan, korban berisiko mengalami kerugian, termasuk potensi pembobolan rekening.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur penawaran bantuan yang beredar di media sosial, terutama jika tidak disertai sumber informasi yang jelas dan dapat diverifikasi.
Kesimpulannya, video yang mengeklaim Pendeta Regina Putri Rende membagikan dana bantuan DAP Australia merupakan konten hasil manipulasi. Suara dalam video terdeteksi dibuat menggunakan AI, dan visualnya diketahui memanipulasi foto dari Instagram Pendeta Regina Putri.