Sejumlah akun Facebook yang mengatasnamakan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD beredar di media sosial. Akun-akun tersebut menyebarkan video yang menampilkan Mahfud seolah menawarkan bantuan dana modal usaha kepada masyarakat, yang diklaim berasal dari hasil sitaan aset koruptor.
Dalam video itu, Mahfud disebut menyampaikan adanya “rampasan aset dari koruptor sebanyak 10 miliar” yang akan dibagikan kepada warga yang belum memiliki usaha, dengan nilai bantuan “masing-masing 100 juta.” Unggahan dengan narasi tersebut dibagikan oleh sejumlah akun Facebook pada Maret 2026.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Tidak ditemukan bukti Mahfud MD pernah menyatakan adanya program bantuan modal usaha untuk masyarakat yang bersumber dari rampasan aset koruptor.
Penelusuran juga menemukan kemiripan visual video yang beredar dengan foto Mahfud MD dalam artikel Antara tertanggal 5 November 2021. Dalam artikel tersebut, Mahfud terlihat mengenakan kemeja batik yang sama, tetapi pemberitaannya membahas perkembangan Satuan Tugas BLBI, bukan bantuan modal usaha. Ketidaksesuaian konteks ini mengindikasikan bahwa pernyataan dalam video merupakan hasil rekayasa digital.
Untuk memeriksa kemungkinan manipulasi, video tersebut dianalisis menggunakan Hive Moderation, alat pendeteksi konten buatan kecerdasan buatan. Hasilnya menunjukkan suara yang terdengar sebagai Mahfud MD memiliki probabilitas hingga 98 persen dibuat dengan AI.
Dengan temuan tersebut, unggahan tawaran bantuan dana modal usaha yang mengatasnamakan Mahfud MD di Facebook dinyatakan sebagai hoaks. Mahfud MD tidak pernah menawarkan bantuan modal usaha seperti yang diklaim, dan video yang beredar merupakan hasil manipulasi, termasuk pada bagian suaranya yang dibuat menggunakan AI.

