Cek Fakta: Video Klaim Prabowo Bagikan Bantuan Akhir Tahun 2026 Disebut Hoaks

Cek Fakta: Video Klaim Prabowo Bagikan Bantuan Akhir Tahun 2026 Disebut Hoaks

Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan Presiden RI Prabowo Subianto membagikan “bantuan akhir tahun 2026” untuk masyarakat. Dalam klaim yang beredar, bantuan itu disebut dapat digunakan untuk biaya pendidikan, modal usaha, hingga pelunasan utang.

Namun, Tim Cek Fakta Kompas.com menyatakan video tersebut merupakan hoaks. Video yang beredar disebut sebagai hasil rekayasa artificial intelligence (AI).

Video itu diunggah sejumlah akun Facebook pada Minggu (12/7/2026). Meski menampilkan Prabowo di acara yang berbeda-beda, narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut serupa.

Dalam video, terdengar narasi yang meminta warganet menjawab kebutuhan mereka, seperti biaya sekolah, biaya kuliah, modal usaha, membayar utang, atau renovasi rumah. Narasi itu juga mengarahkan penonton untuk segera menghubungi Prabowo dengan janji bantuan, disertai syarat agar tidak digunakan untuk berfoya-foya.

Untuk memeriksa kebenarannya, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi tersebut menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya, video yang beredar ditemukan identik dengan foto Prabowo yang pernah dimuat dalam artikel Kompas.id berjudul “Beri Selamat ke Prabowo, Biden Janji Perluas Kerja Sama dengan Indonesia” pada 23 Maret 2024.

Artikel itu membahas momen ketika Prabowo—yang saat itu masih berstatus calon presiden—menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Dalam sambungan telepon tersebut, Biden menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024 dan menyatakan komitmen memperluas kerja sama dengan Indonesia.

Karena terdapat ketidaksesuaian antara konteks asli foto dengan klaim “bantuan akhir tahun 2026”, Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian memeriksa keaslian video menggunakan perangkat pendeteksi AI, Hive Moderation dan TruthScan.

Hasil pengecekan dengan Hive Moderation menunjukkan suara Prabowo dalam video yang diklaim mengumumkan bantuan akhir tahun memiliki probabilitas 99 persen dihasilkan oleh AI generatif.