Cek Fakta: Video Klaim Mendes Yandri Minta Warung dan Toko Desa Ditutup Ternyata Rekayasa

Cek Fakta: Video Klaim Mendes Yandri Minta Warung dan Toko Desa Ditutup Ternyata Rekayasa

Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan narasi seolah-olah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes), Yandri Susanto, mengatakan pemerintah berharap warung dan toko di desa ditutup agar masyarakat berbelanja di Koperasi Desa Merah Putih.

Unggahan itu tersebar di sejumlah akun Facebook, disertai potongan video ketika Yandri sedang diwawancara awak media. Dalam versi yang beredar, terdengar pernyataan yang mengklaim pemerintah menginginkan penutupan warung dan toko di desa demi mendorong belanja ke koperasi.

Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri video tersebut. Dengan mengambil tangkapan layar dan melakukan penelusuran menggunakan teknik reverse image search, ditemukan bahwa video itu identik dengan unggahan dari sebuah akun TikTok.

Dalam video aslinya, Yandri tidak menyampaikan pernyataan bahwa pemerintah berharap warung dan toko di desa ditutup. Ia justru menjelaskan bahwa 80 persen keuntungan Koperasi Desa Merah Putih akan kembali ke masyarakat.

Yandri juga menyebut perlunya moratorium izin baru untuk ritel modern guna memantapkan program Koperasi Desa Merah Putih.

Adapun narasi yang menyebut Yandri meminta warung dan toko desa ditutup diketahui berasal dari rekayasa pada bagian suara. Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, suara yang memuat klaim tersebut terdeteksi dihasilkan secara sintetis, dengan probabilitas sebagai konten AI generatif sebesar 88,9 persen.

Dengan demikian, klaim bahwa Yandri Susanto mengatakan pemerintah berharap warung dan toko di desa ditutup dinyatakan tidak benar. Video yang beredar merupakan hasil rekayasa, sementara pernyataan asli Yandri berkaitan dengan pembagian keuntungan koperasi dan usulan moratorium izin baru untuk ritel modern.