Cek Fakta: Video Keluarga Menangis Disebut Terima Bantuan Kesejahteraan 2026 Ternyata Hoaks

Cek Fakta: Video Keluarga Menangis Disebut Terima Bantuan Kesejahteraan 2026 Ternyata Hoaks

Sebuah video yang diklaim menampilkan satu keluarga menangis setelah menerima dana bantuan kesejahteraan 2026 beredar di media sosial. Dalam narasi yang menyertai unggahan, bantuan tersebut disebut diberikan oleh mantan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman.

Video itu dibagikan di Facebook dan TikTok pada Minggu (5/7/2026). Dalam unggahan, turut dicantumkan pemberitahuan mengenai program dukungan khusus pensiunan. Narasi yang beredar menyebut keluarga tersebut terharu karena dana pensiun benar-benar masuk ke rekening dan dapat digunakan untuk membayar biaya kuliah anak.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Pemeriksaan dilakukan dengan teknik reverse image search untuk melacak asal-usul video.

Dari penelusuran tersebut, ditemukan bahwa video identik dengan unggahan sebuah akun TikTok pada 30 Mei 2025. Video aslinya merekam momen ketika seorang bapak, ibu, dan anak membuka pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.

Takarir pada unggahan asli menjelaskan bahwa sang anak dinyatakan lolos SNBT dan diterima di Universitas Indonesia (UI). Video tersebut kemudian dibagikan ulang dengan narasi berbeda, seolah-olah menggambarkan keluarga yang menangis histeris setelah menerima dana bantuan pensiunan 2026.

Berdasarkan temuan itu, video yang disebut memperlihatkan satu keluarga menangis setelah menerima dana bantuan pensiunan 2026 dinyatakan sebagai hoaks. Video aslinya adalah dokumentasi momen pengumuman SNBT 2025 yang kemudian diunggah ulang dengan narasi yang diubah.