Cek Fakta: Tidak Ada Pernyataan Iran Menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat

Cek Fakta: Tidak Ada Pernyataan Iran Menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat

Beredar konten di media sosial yang menyebut Iran menyatakan menyerah setelah ibu kota Teheran dibombardir Israel dan Amerika Serikat. Sejumlah unggahan juga menarasikan bahwa warga Iran di Teheran memohon agar militer Israel menghentikan serangan.

Namun, hasil verifikasi terhadap informasi dari sumber-sumber kredibel menunjukkan tidak ditemukan pernyataan resmi Iran yang menyatakan menyerah kepada Israel maupun Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran justru menyampaikan sikap tidak akan bernegosiasi dan mengisyaratkan konflik akan berlanjut dalam jangka panjang.

Dalam pernyataan yang dikutip CNN pada Senin, 9 Maret 2026, Kharazi mengatakan ia tidak melihat ruang untuk diplomasi. Ia menyebut pengalaman negosiasi sebelumnya berujung pada serangan, sehingga memperkuat penolakan Iran terhadap jalur diplomatik.

Di sisi lain, intensitas serangan Iran terhadap Israel serta lokasi-lokasi militer Amerika Serikat di negara-negara Jazirah Arab dilaporkan menurun dibanding hari pertama pada 28 Februari 2026. BBC melaporkan penurunan dari ratusan rudal pada hari pertama menjadi puluhan per hari. Komandan tertinggi Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine, menyatakan penurunan mencapai 86 persen pada 4 Maret, lalu turun lagi hingga 23 persen pada 10 Maret dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini diduga terkait keterbatasan jumlah senjata Iran untuk digunakan dalam skala besar dalam waktu lama.

Sementara itu, Iran International melaporkan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, memproyeksikan fokus target serangan akan diarahkan ke pusat-pusat ekonomi dan bank-bank milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan sekitar. Masyarakat sipil juga disarankan menghindari radius satu kilometer dari bank-bank tersebut.

Data Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP) menyebut Iran meluncurkan sembilan serangan rudal ke Israel pada 8 dan 9 Maret. Media dan jurnalis Israel melaporkan rudal balistik Iran dengan hulu ledak munisi cluster menghantam tujuh lokasi berbeda di Israel, menewaskan setidaknya satu warga sipil dan melukai sejumlah orang lainnya.

Munisi cluster merupakan senjata konvensional yang dijatuhkan dari udara atau diluncurkan dari darat, dirancang untuk melepaskan atau menyebarkan puluhan hingga ratusan bom kecil di area luas.

Dengan demikian, narasi yang menyebut Iran telah menyatakan menyerah tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun laporan kredibel. Informasi yang tersedia justru menunjukkan Iran menyatakan penolakan terhadap negosiasi dan serangan masih berlanjut meski intensitasnya dilaporkan menurun.