Sebuah unggahan di Facebook pada 6 Agustus 2026 beredar dengan klaim adanya “link pendaftaran” untuk memperoleh bantuan subsidi tahun 2026, mulai dari subsidi pangan, LPG, BBM, transportasi, kesehatan, hingga pendidikan. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran dan narasi bahwa kuota terbatas sehingga masyarakat diminta segera mendaftar.
Namun, penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menemukan tautan dalam unggahan itu mengarah ke halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, termasuk nama lengkap hingga nomor Telegram. Pola tersebut patut diwaspadai karena tidak menunjukkan rujukan ke kanal resmi program pemerintah yang disebutkan.
Dalam penelusurannya, Cek Fakta Liputan6.com menemukan bahwa informasi mengenai program subsidi memiliki mekanisme pendaftaran masing-masing melalui kanal resmi yang berbeda-beda, bukan melalui satu tautan umum seperti yang beredar di media sosial.
Untuk subsidi BBM, panduan pendaftaran tersedia melalui MyPertamina. Di sana dijelaskan tahapan pendaftaran dengan menyiapkan foto KTP, foto STNK depan-belakang, serta foto kendaraan tampak depan dan samping, sebelum memperoleh panduan lanjutan.
Sementara untuk bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP), panduan mekanisme pendaftaran dapat ditemukan melalui situs Pusat Informasi ULT Kemendikdasmen. Tahapannya mencakup pendataan melalui Dapodik, penentuan sumber data calon penerima, verifikasi dan validasi, hingga penetapan penerima.
Adapun untuk subsidi LPG 3 Kg, penelusuran menemukan persyaratan pokok yang disebutkan adalah KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku. Proses pengajuan pendaftaran dilakukan dengan mengunjungi pangkalan LPG terdekat di wilayah masing-masing sambil membawa dokumen asli beserta fotokopinya, lalu petugas pangkalan membantu proses pendaftaran.
Untuk program pangan bersubsidi, salah satu rujukan yang ditemukan adalah panduan pendaftaran antrean pangan bersubsidi di DKI Jakarta yang dilakukan secara daring melalui situs web resmi. Masyarakat diimbau memastikan mengakses alamat yang benar, seperti antrianpanganbersubsidi.pasarjaya.co.id, untuk menghindari penipuan.
Selain itu, Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan imbauan dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui akun Instagram resmi @kemensosri yang meminta masyarakat mewaspadai hoaks. Kemensos mengingatkan agar publik tidak memberikan data pribadi secara sembarangan dan tidak mudah percaya pada akun yang mengatasnamakan Kemensos atau pihak tertentu. Masyarakat diminta memverifikasi informasi melalui kanal resmi serta menghindari akses tautan yang tidak jelas.
Berdasarkan rangkaian penelusuran tersebut, klaim tautan pendaftaran bantuan subsidi tahun 2026 yang beredar di Facebook dinyatakan tidak benar dan tergolong hoaks. Masyarakat disarankan selalu mengecek informasi program bantuan melalui situs atau akun resmi instansi terkait dan berhati-hati terhadap tautan yang meminta data pribadi.