Sebuah unggahan di Facebook mengklaim Kompas.id memberitakan skandal yang melibatkan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dan Presiden Komisaris PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja. Unggahan tersebut turut menyertakan gambar yang menampilkan seolah-olah Sandiaga memukuli Jahja dalam program talkshow “Catatan Demokrasi” di TVOne.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim itu dinyatakan tidak benar. Mereka tidak menemukan pemberitaan Kompas.id yang memuat informasi mengenai dugaan pemukulan tersebut.
Selain itu, akun Facebook yang membagikan konten tersebut disebut bukan akun resmi Kompas.id. Tim Cek Fakta juga mencatat bahwa akun Facebook resmi Kompas.id menggunakan username “Harian Kompas” dan memiliki tanda centang biru (terverifikasi).
Tim Cek Fakta Kompas.com juga menyoroti tautan yang disertakan dalam unggahan. Alamat tautan tersebut berbeda dengan domain resmi Harian Kompas, yakni https://www.kompas.id/.
Penelusuran turut dilakukan pada kanal YouTube “Catatan Demokrasi” TVOne. Hasilnya, tidak ditemukan video yang menunjukkan kejadian seperti yang diklaim dalam unggahan.
Untuk memeriksa keaslian gambar yang beredar, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan pengecekan menggunakan layanan pendeteksi konten buatan AI setelah memisahkan gambar dalam unggahan dengan cara memotongnya. Hasilnya, Hive Moderation menunjukkan gambar yang menampilkan Sandiaga menunjuk Jahja memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat oleh AI generatif. TruthScan mendeteksi gambar tersebut sebagai hasil rekayasa AI dengan probabilitas 94 persen, sementara Sight Engine mengidentifikasinya sebagai AI generatif dengan probabilitas tinggi, yakni 99 persen.
Dengan temuan tersebut, Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan narasi yang mencatut Kompas.id soal skandal Sandiaga Uno memukuli Jahja Setiaatmadja dalam acara “Catatan Demokrasi” TVOne adalah hoaks. Foto yang digunakan dalam unggahan dinyatakan merupakan hasil manipulasi, dan tidak ada pemberitaan Kompas.id maupun rekaman video yang mendukung klaim tersebut.