Cek Fakta: Klaim Jokowi Mengaku Menerima Uang dari Korupsi Haji Disebut Hasil Suntingan

Cek Fakta: Klaim Jokowi Mengaku Menerima Uang dari Korupsi Haji Disebut Hasil Suntingan

Sebuah klaim di media sosial menyebut Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengakui menerima uang dari kasus korupsi kuota haji. Isu ini beredar luas setelah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel dengan narasi yang menyita perhatian warganet dan memicu beragam reaksi.

Dalam unggahan tersebut, Jokowi digambarkan seolah memberikan pengakuan terkait penerimaan dana dari perkara kuota haji. Klaim itu kemudian dibagikan berulang kali dan menimbulkan pertanyaan di publik, terlebih karena tangkapan layar yang beredar tampak meyakinkan dengan format menyerupai pemberitaan media arus utama.

Namun, berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta ANTARA, tidak ditemukan artikel resmi dengan judul maupun isi seperti yang tertulis dalam tangkapan layar tersebut.

ANTARA menemukan bahwa foto dan waktu publikasi yang digunakan dalam tangkapan layar serupa dengan artikel lain, tetapi judulnya berbeda, yakni “Jokowi Bantah Gibran Capres 2029, Sinyal Kuat Prabowo Dua Periode”. Dalam artikel itu, Jokowi membantah isu yang menyebut putranya, Gibran Rakabuming Raka, akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

Dalam artikel yang asli, Jokowi juga menegaskan arah dukungan politiknya sejak awal tetap pada keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran selama dua periode.

Dengan demikian, klaim yang menyatakan Jokowi mengakui menerima uang dari korupsi haji dinyatakan tidak sesuai fakta. Tangkapan layar yang beredar dipastikan merupakan hasil suntingan yang mengubah judul asli dari artikel yang pernah dipublikasikan.