Kabar yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas beredar di media sosial. Namun, Netanyahu muncul dalam sebuah video yang juga menanggapi rumor lain terkait keaslian pidato televisinya sebelumnya.
Dalam video tersebut, Netanyahu menyindir spekulasi warganet yang menduga rekaman pidato televisinya dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dugaan itu muncul setelah beredar gambar yang menampilkan Netanyahu seolah memiliki enam jari di salah satu tangannya.
Menanggapi hal itu, Netanyahu mengangkat kedua tangannya ke arah kamera dan berkata, “Apakah kalian ingin menghitung jumlah jari saya?” Gestur tersebut tampak dimaksudkan untuk membantah rumor yang berkembang mengenai keaslian video tersebut.
Selain menyinggung isu tersebut, Netanyahu menyampaikan pesan kepada masyarakat Israel terkait situasi keamanan. Ia meminta warga tetap mematuhi instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah, terutama terkait potensi serangan roket.
Netanyahu juga menyebut ketahanan masyarakat Israel menjadi sumber kekuatan bagi pemerintah dan aparat keamanan. “Ketahanan kalian memberi kekuatan kepada saya, kepada pemerintah, kepada tentara, kepada Mossad,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Israel sedang melakukan sejumlah operasi militer yang tidak dapat diungkapkan secara terbuka. “Kami melakukan hal-hal yang tidak dapat saya bagikan saat ini, tetapi kami menyerang Iran dengan sangat keras, dan juga Lebanon,” ujar Netanyahu.
Di tengah situasi tersebut, ketegangan Israel dan Iran dilaporkan terus meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) disebut mengeluarkan ancaman terhadap Netanyahu. Menurut laporan kantor berita Iran, IRNA, dalam unggahan di X, IRGC menyatakan akan memburu dan membunuh Netanyahu di tengah perang yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.

