Cek Fakta: Deretan Hoaks soal Bahan Bakar yang Beredar di Media Sosial

Cek Fakta: Deretan Hoaks soal Bahan Bakar yang Beredar di Media Sosial

Beragam informasi menyesatkan terkait bahan bakar kembali beredar di media sosial. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari tautan bantuan yang mengatasnamakan Pertamina, akun yang mengklaim pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi, hingga video yang menyebut Pertalite bisa dicampur air menjadi etanol. Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menyimpulkan sejumlah klaim tersebut terbukti hoaks.

Salah satu klaim yang beredar adalah tautan “bantuan Pertamina” berupa kupon subsidi atau e-voucher BBM gratis 50 liter. Informasi ini diunggah akun Facebook pada 10 Mei 2026, disertai narasi yang mengatasnamakan Kementerian BUMN dan mengarahkan warganet untuk mendaftar melalui tautan tertentu. Dalam unggahan itu juga disebutkan e-voucher dapat ditukarkan di Pertamina terdekat.

Selain itu, beredar pula klaim di TikTok mengenai akun yang mengatasnamakan Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi. Akun tersebut menampilkan keterangan seolah-olah merupakan akun resmi PT Pertamina Patra Niaga Pemasaran, mencantumkan nomor WhatsApp, serta memuat video yang menawarkan kesempatan bergabung menjadi pangkalan LPG bersubsidi, termasuk dengan permintaan biaya pendaftaran.

Hoaks lain yang turut beredar adalah video berisi klaim “Pertalite campur air jadi etanol”. Video tersebut diunggah di Facebook pada 6 Oktober 2025. Tayangan memperlihatkan cairan bening di botol transparan yang diberi tanda batas, kemudian dicampur cairan berwarna hijau. Setelah dikocok, cairan hijau tampak terpisah dari cairan bening. Video itu disertai keterangan bahwa percampuran Pertalite dan air dapat menghasilkan etanol.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim-klaim tersebut dan menyatakan sebagian di antaranya terbukti hoaks. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap informasi terkait bahan bakar yang beredar di media sosial, terutama yang meminta pendaftaran melalui tautan tertentu atau mencantumkan nomor kontak, serta klaim eksperimen yang tidak jelas dasar dan konteksnya.