Liputan6.com melakukan penelusuran terhadap sebuah artikel yang beredar dan mengatasnamakan Habiburokhman, yang menuding mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS.
Hasil penelusuran menemukan adanya artikel lain yang identik dengan unggahan tersebut. Kesamaan terlihat pada foto yang digunakan serta waktu publikasi, yakni 14 Maret 2026 pukul 17.18 WIB.
Namun, artikel asli yang diunggah Kompas.TV berjudul “Habiburokhman Hubungi Kapolda Minta Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Segera Ditangkap.” Dalam artikel tersebut, Habiburokhman tidak membahas keterlibatan Jokowi.
Ketua Komisi III DPR RI itu hanya meminta Kapolda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut kasus penyiraman air keras tersebut. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban setelah insiden terjadi.
“Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan,” ujarnya.

