Bupati Labuhanbatu Minta OPD Terbuka dalam Pemeriksaan Pendahuluan LKPD 2025 oleh BPK

Bupati Labuhanbatu Minta OPD Terbuka dalam Pemeriksaan Pendahuluan LKPD 2025 oleh BPK

Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menegaskan laporan keuangan pemerintah daerah tidak boleh dipandang sekadar dokumen administratif, melainkan mencerminkan integritas dan akuntabilitas pemerintah dalam mengelola keuangan publik.

Pernyataan itu disampaikan Maya saat menghadiri rapat pemeriksaan pendahuluan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 bersama tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara di ruang rapat Kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (17/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Maya menekankan pentingnya menjadikan proses audit sebagai momentum evaluasi dan perbaikan tata kelola keuangan daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas catatan strategis yang diberikan tim pemeriksa selama audit pendahuluan.

Menurutnya, masukan BPK tidak hanya menjadi bahan koreksi, tetapi juga instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah agar lebih transparan, efektif, dan bertanggung jawab. “Kami memandang seluruh catatan, masukan, maupun hal-hal yang perlu perhatian ini sebagai bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujar Maya.

Maya kemudian menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak bersikap defensif selama pemeriksaan berlangsung. Ia meminta jajaran OPD bersikap terbuka, aktif bekerja sama dengan auditor, serta proaktif menyediakan data yang dibutuhkan agar proses audit berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif.

Ia menegaskan pemeriksaan laporan keuangan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh perangkat pemerintah daerah. “Setiap rupiah yang kita kelola adalah amanah rakyat. Karena itu, harus bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Johan Reinold menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sikap kooperatif Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu selama pemeriksaan pendahuluan. Menurutnya, dukungan administratif dan koordinasi yang baik dari jajaran pemerintah daerah turut membantu kelancaran audit.

Johan berharap sinergi antara auditor dan pemerintah daerah dapat terus terjaga hingga tahap pemeriksaan terinci, sehingga kualitas laporan keuangan semakin meningkat.

Rapat ditutup dengan harapan agar kolaborasi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan BPK semakin kuat sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas keuangan daerah. Kegiatan ini turut dihadiri Asisten III Setdakab Labuhanbatu Zaid Harahap, Kepala Inspektorat, para pimpinan OPD, serta Direktur Utama RSUD Rantauprapat.