Teluk Kuantan – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby menyatakan daerahnya menjadi yang pertama di Indonesia mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang tata ruang yang selaras dan terintegrasi dengan Perda tentang masyarakat hukum adat.
Pernyataan tersebut disampaikan Suhardiman saat menghadiri rapat koordinasi menyambut Hari Raya Idul Fitri sekaligus berbuka puasa bersama para pemangku dan perangkat adat di Gedung Abdoer Rauf, Teluk Kuantan, Senin (16/3/2026) petang.
Menurut Suhardiman, pengesahan dua perda itu dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga marwah adat sekaligus memastikan pengelolaan wilayah tetap berpijak pada kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. “Kuansing menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengesahkan Perda tata ruang yang terintegrasi dengan Perda masyarakat hukum adat. Ini adalah bentuk komitmen kita menjaga adat dan tanah ulayat,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya sinergi pemerintah daerah dengan para datuk dan pemangku adat dalam menjaga serta mengelola wilayah adat. Suhardiman juga menegaskan tanah ulayat harus tetap berada di tangan pemangku adat dan dimanfaatkan untuk kepentingan anak kemenakan. “Tanah ulayat harus kembali kepada pemangku adat dan anak kemenakan. Inilah jati diri kita sebagai masyarakat beradat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Suhardiman mengingatkan pembangunan daerah perlu ditopang tiga pilar, yakni pemerintah, adat, dan ulama. Menurutnya, ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring untuk menjaga kehidupan sosial masyarakat. “Jika tiga elemen ini berjalan bersama—pemerintah, adat, dan ulama—maka kehidupan masyarakat akan kuat dan terarah,” ujarnya.
Suhardiman juga meminta Majelis Adat di masing-masing wilayah rutin menggelar rapat serta memperkuat tata kelola administrasi Limbago Adat Nagori (LAN) sesuai ketentuan yang diatur dalam Perda Nomor 6 dan Perda Nomor 1.
Ia menilai, jika dikelola dengan baik dan diberdayakan secara maksimal, LAN berpotensi menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Kabupaten Kuantan Singingi. “InsyaAllah, jika LAN kita kelola dengan baik dan diberdayakan secara serius, ini bisa menjadi sumber PAD terbesar bagi daerah,” katanya.

