Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menerima audiensi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan relawan kebencanaan di Ruang Sekda, Kamis (29/1/26). Pertemuan ini membahas langkah pemulihan pascabencana serta masukan dari relawan dan pemuda berdasarkan kondisi di lapangan.
Dalam sambutannya, Armia menyampaikan apresiasi kepada relawan dan elemen masyarakat yang terlibat sejak awal bencana. Ia menegaskan pemulihan Aceh Tamiang memerlukan sinergi antara pemerintah, relawan, dan pemuda.
Armia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mengamankan komitmen bantuan rekonstruksi dalam skala besar. Fokus utama saat ini, menurutnya, adalah memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh hunian yang layak sebagai bagian dari pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi.
“Pemerintah daerah telah memetakan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, sektor swasta dan relawan. Kita akan membangun ribuan Hunian Sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sekaligus terus mendorong pembangunan Hunian Tetap,” kata Armia.
Ia juga memaparkan sejumlah langkah bantuan yang tengah difokuskan pemerintah daerah, terutama pada sektor perumahan melalui pemberian stimulan bagi rumah rusak berat serta pembangunan unit Hunian Sementara dan Hunian Tetap. Selain itu, pemerintah menyalurkan cadangan beras pemerintah bagi seluruh kepala keluarga terdampak, menyediakan layanan kesehatan gratis secara berkelanjutan, serta menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga mengalokasikan dana darurat untuk perbaikan infrastruktur desa yang terdampak, termasuk jembatan dan akses jalan produksi pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Relawan, Helmi, menyampaikan aspirasi pemuda dan relawan yang disusun berdasarkan kajian lapangan. Usulan itu antara lain percepatan rehabilitasi sekolah dan fasilitas umum, pengendalian tarif penyeberangan getek pada titik jalan terputus yang dinilai memberatkan warga, serta percepatan proses verifikasi faktual bantuan rumah dan modal UMKM agar dana dari pemerintah pusat dapat segera dicairkan.
“Kami merangkum sejumlah poin urgensi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Harapan kami, percepatan rehabilitasi fasilitas umum, pengendalian tarif penyeberangan, serta percepatan verifikasi bantuan dapat segera ditindaklanjuti agar beban masyarakat tidak semakin berat,” ujar Helmi.
Relawan juga mendorong optimalisasi program pemulihan dengan melibatkan tenaga kerja lokal terdampak bencana. Selain itu, mereka mengusulkan pendampingan UMKM melalui gerakan solidaritas antar pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri, penyederhanaan prosedur birokrasi bantuan, pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga korban banjir, serta pengembangan layanan digital “Lapor Bupati Armia” sebagai sarana transparansi dan pelaporan bantuan secara langsung.
Helmi menambahkan pemuda siap terlibat aktif agar pemulihan dapat berjalan terbuka, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

