Medan — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyatakan rutin melakukan pengecekan berkala di gudang-gudang penyimpanan beras untuk memastikan kualitas komoditas tersebut tetap terjaga dan layak memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara berkala agar masyarakat memperoleh beras yang aman dan layak konsumsi. “Pengecekan kualitas beras dilakukan secara berkala untuk memastikan masyarakat memperoleh beras yang aman dan layak konsumsi,” ujarnya di Medan, Minggu (21/6).
Menurut Budi, upaya menjaga kualitas beras di gudang dilakukan melalui pengendalian hama setiap bulan dan fumigasi setiap tiga bulan sekali. Selain itu, Bulog juga melaksanakan pemeriksaan laboratorium setiap enam bulan untuk mengetahui kadar kimia, residu, serta tingkat kelayakan beras sebelum dikonsumsi.
“Seluruh proses kami mengacu pada kaidah keamanan pangan, sehingga beras dipastikan aman dan bebas dari bahan kimia berbahaya yang melebihi ambang batas,” kata Budi.
Ia menambahkan, pengelolaan pergudangan dilakukan setiap hari dengan menjaga sirkulasi udara, termasuk penggunaan alas pada tumpukan beras agar aliran udara dari bagian bawah tetap terjaga. Gudang, lanjutnya, juga dilengkapi ventilasi dan sistem sirkulasi udara yang dinilai memadai untuk menjaga kualitas beras selama penyimpanan.
Dalam proses penyaluran, Budi menyebut Dinas Ketahanan Pangan setempat turut melakukan pengecekan kualitas beras, mulai dari kebersihan, kandungan kimia, hingga uji tanak.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog Sumut tercatat sebanyak 56.750 ton. Persediaan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Budi mengatakan, jika dalam pemeriksaan ditemukan beras yang tidak memenuhi standar, Bulog akan melakukan pengujian ulang. “Jika tetap tidak layak, beras akan dimusnahkan sesuai prosedur dan dilaporkan kepada pemerintah. Namun hingga saat ini seluruh stok masih dalam kondisi aman,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kualitas beras dinilai terjaga karena berasal dari hasil penggilingan tahun 2025 dan 2026 serta pasokan dari berbagai daerah.