Buku Himpun 10 Naskah Cek Fakta dan Praktiknya Sepanjang Pemilu 2024

Buku Himpun 10 Naskah Cek Fakta dan Praktiknya Sepanjang Pemilu 2024

Sebuah buku berjudul Jurnalisme Cekfakta Melawan Disinformasi Pemilu 2024 memuat 10 naskah yang disusun berdasarkan riset mengenai cek fakta dan praktiknya sepanjang Pemilu 2024. Naskah-naskah tersebut ditulis oleh para akademisi dan jurnalis yang dinilai memiliki pemahaman terhadap kaidah keilmuan cek fakta serta peran cek fakta dalam membantu publik menemukan informasi yang benar selama pemilu.

Isu jurnalisme dan cek fakta menjadi fokus utama dalam keseluruhan tulisan. Di antaranya, Anastasya Andriarti dan Anton Novenanto mengulas relevansi jurnalisme dengan cek fakta. Keduanya mengutip Graves yang menyatakan bahwa cek fakta lahir dari krisis kepercayaan terhadap klaim kebenaran yang beredar di ruang publik.

Dalam paparan tersebut, krisis kepercayaan itu disebut berdampak kuat bagi jurnalis yang selama ini mengedepankan fakta. Situasi ini menjadi bahan kontemplasi, termasuk kemungkinan bahwa hal yang sebelumnya dianggap sebagai fakta ternyata dapat berupa hoaks.

Buku ini ditulis oleh Anastasya Andriarti, Anton Novenanto, Cut Meutia Karolina, Detta Rahmawan, Eko Bagus Sholihin, Ezmieralda Melissa, Fera Tri, Fitrie Handayani, Gustaf Wijaya, Hamdani, Intan Pratiwi, Irwa Rochimah Zarkasi, Justito Adiprasetio, Kunto Adi Wibowo, Lukman Nul Hakim, M. Syam, Masrizal, Mohammad Ricky Ramadhan Rasyid, Mungky Diana Sari, Nila Ertina, Nunik Maharani Hartoyo, Pandan Yudhapramesti, Purnama Alamsyah, Rivi Handayani, Rizanna Rosemary, Robby Kurniawan, Rutmalem Atania, Susilawaty, Tarigan Loina Perangin-angin, Vivien Sylvina, dan Yulion Zalpa. Daftar editor juga dicantumkan dalam keterangan penerbitan.