BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro menggelar sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam acara Petik Laut Rukun Nelayan Brondong di Kecamatan Brondong, Lamongan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperluas pemahaman dan perlindungan bagi pekerja, termasuk mereka yang berada di sektor informal.
Tradisi tahunan masyarakat nelayan tersebut dinilai menjadi momentum untuk mengedukasi pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi nelayan yang menghadapi risiko kerja tinggi saat melaut.
Dalam sosialisasi itu, BPJS Ketenagakerjaan memperkenalkan sejumlah program perlindungan, di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Program tersebut memberikan manfaat perlindungan serta santunan bagi pekerja dan keluarga apabila terjadi risiko kerja.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Fadlilah Utami, mengatakan nelayan termasuk profesi yang rentan mengalami kecelakaan kerja sehingga memerlukan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Melalui kegiatan Petik Laut ini, kami ingin memastikan para nelayan memahami bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan saat mereka bekerja. Dengan iuran yang terjangkau, nelayan dapat memperoleh manfaat perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko meninggal dunia,” ujar Fadlilah yang akrab disapa Dila.
Ia menambahkan, wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro mencakup Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak di tiga wilayah tersebut.
“Kami berkomitmen untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, khususnya bagi pekerja sektor informal seperti nelayan, petani, pedagang, dan pekerja mandiri lainnya. Harapannya, semakin banyak pekerja yang terlindungi dan merasa aman dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya,” kata dia.

