BI Rilis Kurva Imbal Hasil Pasar Uang Mingguan untuk Perkuat Transparansi Harga

BI Rilis Kurva Imbal Hasil Pasar Uang Mingguan untuk Perkuat Transparansi Harga

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mulai menerbitkan publikasi rutin kurva imbal hasil transaksi pasar uang yang dirilis setiap hari Senin atau pada hari kerja pertama setiap pekan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat transparansi dan meningkatkan efisiensi pembentukan harga di pasar keuangan domestik.

Publikasi kurva imbal hasil tersebut memuat data harian pada pekan sebelumnya. Perhitungan dilakukan berdasarkan rata-rata tertimbang harga dan volume transaksi aktual instrumen repurchase agreement (repo) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar sekunder.

Data yang ditampilkan mencakup repo tenor satu bulan serta SRBI tenor tiga, enam, dan 12 bulan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kurva imbal hasil ini disusun untuk menyediakan acuan harga yang lebih akurat karena bersumber dari transaksi riil yang terjadi di pasar. Menurut dia, langkah ini diharapkan membantu pelaku pasar memperoleh referensi yang lebih transparan dan kredibel dalam pengambilan keputusan.

“Kurva ini mencerminkan kondisi harga aktual yang terbentuk di pasar sekunder, sehingga memberikan acuan yang lebih akurat dan berbasis transaksi nyata bagi seluruh pelaku pasar,” kata Ramdan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

BI menyatakan publikasi ini diluncurkan mulai 8 Juni 2026 dan dapat diakses melalui situs www.bi.go.id pada menu “Fungsi Utama” – “Moneter” – “INDONIA dan Harga Pasar Uang Lainnya”.

Menurut BI, inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen bank sentral bersama National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) untuk memperkuat reformasi suku bunga acuan domestik. BI juga menilai langkah ini mendukung terbentuknya pasar keuangan yang modern, transparan, efisien, dan berbasis transaksi.

Ramdan menambahkan, publikasi kurva imbal hasil diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pembentukan harga di pasar uang, mendorong likuiditas transaksi pasar sekunder, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Dalam publikasi tersebut, BI mencatat bahwa pada periode 2–5 Juni 2026 imbal hasil instrumen pasar uang cenderung meningkat pada seluruh tenor. Imbal hasil repo tenor satu bulan naik dari 6,25% pada Selasa (2/6/2026) menjadi 6,36% pada Jumat (5/6/2026).

Sementara itu, imbal hasil SRBI tenor tiga bulan dan enam bulan masing-masing meningkat dari 6,47% dan 6,69% menjadi 6,62% dan 6,87%.