Pekanbaru — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Soni Sonjaya menegaskan pentingnya disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) serta transparansi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci agar program berjalan sesuai ketentuan dan meminimalkan persoalan di lapangan.
Penegasan itu disampaikan Soni saat rapat konsolidasi bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra yayasan se-Provinsi Riau di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).
Soni menyampaikan seluruh tahapan program—mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi kepada penerima manfaat—telah memiliki SOP yang jelas dan wajib dijalankan secara disiplin. Ia menekankan kehadiran BGN untuk memastikan tugas Kepala SPPG berjalan sesuai yang diharapkan.
Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah kejadian menonjol yang terjadi di lapangan umumnya dipicu kelalaian dalam mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, Soni kembali menyampaikan ketentuan anggaran MBG, yakni Rp15.000 per porsi untuk sasaran umum dan Rp13.000 per porsi bagi kelompok kecil seperti balita dan anak taman kanak-kanak. Ia menegaskan transparansi penggunaan anggaran menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program.
BGN, lanjut Soni, mewajibkan seluruh Kepala SPPG memiliki akun media sosial sebagai sarana informasi publik. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengetahui menu harian, bahan yang digunakan, harga bahan, serta kandungan gizi makanan yang disajikan.
Soni turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau yang dinilai aktif berkolaborasi dengan SPPG dan mitra yayasan. Target pembangunan SPPG di Riau diproyeksikan mencapai 800 unit. Saat ini, sebanyak 633 titik telah berdiri dan sisanya masih dalam proses.
Ia menambahkan, BGN telah menutup portal pendaftaran SPPG baru secara nasional. Jika masih ada kebutuhan tambahan di kecamatan tertentu, pemerintah daerah diminta mengajukan surat resmi melalui bupati atau wali kota untuk diverifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyebutkan sebanyak 633 SPPG telah beroperasi di Riau dari target 677 unit yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Jumlah penerima manfaat disebut mencapai 1,42 juta jiwa dengan dukungan 25.035 relawan aktif dalam pelaksanaannya.
Sumber: infopublik.id

