PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) kembali menyelenggarakan Public Expose Live (Pubex Live) 2026. Program ini menjadi wadah bagi Perusahaan Tercatat untuk berinteraksi langsung dengan investor, media, dan masyarakat, sekaligus bagian dari upaya BEI mendorong keterbukaan informasi dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menyatakan keterbukaan informasi yang berkualitas merupakan fondasi penting bagi terciptanya pasar yang sehat, efisien, dan kompetitif.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas informasi yang tersedia bagi investor serta mendorong penerapan praktik keterbukaan yang sejalan dengan standar global guna memperkuat kepercayaan dan kredibilitas pasar modal Indonesia,” ujar Fahmi.
Menurutnya, akses terhadap informasi yang akurat dan tepat waktu berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan investasi. Karena itu, Pubex Live dirancang untuk mempertemukan manajemen perusahaan secara langsung dengan investor agar perkembangan bisnis dapat disampaikan secara terbuka dan komprehensif.
Melalui kegiatan ini, perusahaan dapat memaparkan kinerja terkini, strategi bisnis, rencana pengembangan usaha, hingga informasi material lainnya yang relevan bagi investor. Dengan paparan tersebut, investor diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai prospek dan arah bisnis masing-masing perusahaan.
“Dengan tersedianya informasi yang lebih lengkap dan mudah diakses, investor diharapkan memiliki referensi yang lebih kuat dalam mengambil keputusan investasi sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia,” kata Fahmi.
Pada 2026, Pubex Live akan digelar dalam dua periode. Periode pertama berlangsung pada 9–11 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Webinar dan menghadirkan delapan Perusahaan Tercatat dari berbagai sektor industri. Periode kedua dijadwalkan pada paruh kedua 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia.
BEI juga menyampaikan terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas pasar, termasuk penguatan transparansi data, perluasan partisipasi investor, serta peningkatan porsi saham beredar di publik (free float) pada Perusahaan Tercatat. Upaya ini ditujukan untuk menciptakan pasar yang lebih likuid, efisien, dan menarik bagi investor domestik maupun global. Dalam konteks tersebut, Pubex Live dipandang sebagai sarana penting untuk memperluas jangkauan komunikasi perusahaan kepada investor.
Penyelenggaraan Pubex Live disebut sejalan dengan implementasi perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A beserta surat edaran yang menyertainya. Melalui program ini, BEI tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pelaku pasar agar penerapan ketentuan baru berjalan efektif dan memberi manfaat optimal.
Untuk periode pertama, agenda hari pertama pada Selasa (9/6) menghadirkan paparan dari PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Pada Rabu (10/6), presentasi diisi oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), dan PT Argo Pantes Tbk (ARGO). Sementara hari terakhir, Kamis (11/6), menampilkan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
BEI menilai Pubex Live turut mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), khususnya pada aspek transparansi dan akuntabilitas. Ketersediaan informasi yang merata bagi seluruh investor diharapkan mendorong mekanisme pasar yang lebih efisien dan berkeadilan.
Melalui penyelenggaraan Pubex Live 2026, BEI berharap Perusahaan Tercatat semakin aktif membangun komunikasi dengan investor dan publik. Keterbukaan yang konsisten diyakini dapat memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, serta mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Melalui penguatan keterbukaan informasi, kami optimistis pasar modal Indonesia akan semakin dipercaya oleh investor dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global,” tutup Fahmi.