PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan penguatan kepemimpinan, transparansi, dan literasi sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pasar modal. Rangkaian agenda tersebut berlangsung sepanjang 15–19 Juni di Jakarta dan Kepulauan Bangka Belitung, mencakup peluncuran temuan awal sensus kepemimpinan perempuan, forum reformasi pasar, penguatan integritas melalui transparansi kepemilikan, hingga peresmian galeri investasi baru.
Pada Senin (15/6), BEI bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) meluncurkan temuan awal Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) in IDX200 Companies (2022–2025) di Main Hall BEI, Jakarta. Acara bertema “From Disclosure to Impact: Advancing Women’s Leadership in IDX200 Companies” itu dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk membahas penguatan kesetaraan gender dalam kepemimpinan korporasi sebagai bagian dari agenda ESG.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa seiring penguatan penerapan standar ESG oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sensus tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan guna meningkatkan penerapan dan keterbukaan informasi terkait kesetaraan gender.
Selanjutnya pada Rabu (17/6), BEI bersama OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan dua forum strategis, yakni “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” serta “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update”. Forum tersebut membahas reformasi pasar modal, stabilitas pasar, dan pembaruan kebijakan buyback saham.
Dalam forum itu, regulator dan SRO memaparkan progres reformasi transparansi pasar, termasuk peningkatan batas free float menjadi 15%, keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1%, serta High Shareholding Concentration (HSC) untuk memperkuat kepercayaan investor. Di tengah ketidakpastian global, BEI juga menyoroti ketahanan pasar modal Indonesia yang tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian Rp24,7 triliun, jumlah investor yang melampaui 28,3 juta, serta 80% emiten yang membukukan laba positif pada kuartal I-2026. Melalui forum yang sama, BEI mendorong pemanfaatan kebijakan buyback saham sebagai strategi memperkuat nilai jangka panjang pemegang saham.
Pada Kamis (18/6), BEI menjadi tuan rumah forum “Strengthening Market Integrity: Towards a New Era of Ownership Transparency in the Capital Market” yang diselenggarakan Koalisi Antikorupsi Indonesia (KAKI), Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dan Center for International Private Enterprise (CIPE) di Main Hall BEI. Forum tersebut menekankan pentingnya transparansi kepemilikan untuk memperkuat integritas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Rangkaian agenda ditutup pada Jumat (19/6) dengan peresmian enam Galeri Investasi (GI) BEI baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Enam GI itu meliputi: (1) GI BEI Universitas Anak Bangsa bersama PT RHB Sekuritas Indonesia; (2) GI BEI SMAN 3 Pangkalpinang bersama PT MNC Sekuritas dan Universitas Pertiba; (3) GI BEI SMKN 2 Pangkalpinang bersama PT MNC Sekuritas dan Universitas Pertiba; (4) GI BEI SMKN 1 Pangkalan Baru bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan STIE IBEK Pangkalpinang; (5) GI BEI SMAN 1 Pangkalpinang bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung; serta (6) GI BEI SMAN 1 Namang bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan Politeknik Belitung.
BEI menyatakan kehadiran enam GI baru tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses edukasi dan literasi pasar modal kepada masyarakat, melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri pasar modal, dan komunitas lokal.