TARAKAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan terus membenahi kualitas pelayanan publik, termasuk bagi penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi bahasa isyarat yang digelar bersama Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), Rabu (22/7/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Kelas Integritas Bawaslu Kota Tarakan, yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas internal agar pelayanan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara setara dan tanpa diskriminasi.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, mengatakan penguasaan bahasa isyarat merupakan bentuk komitmen dalam membangun pelayanan yang inklusif. Ia berharap jajaran Bawaslu memiliki kemampuan dasar berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, sehingga akses terhadap informasi maupun layanan tidak terhambat.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan, A. Muh. Saifullah, menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik yang mudah diakses oleh semua pihak. Menurutnya, sosialisasi bahasa isyarat menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan Bawaslu dapat dijangkau berbagai kalangan, termasuk kelompok rentan.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Tarakan, Rahmat Nur, menilai pembekalan tersebut sebagai langkah konkret dalam menyiapkan staf di lapangan. Ia menyebut kemampuan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat sebagai salah satu upaya mewujudkan pelayanan yang lebih ramah, inklusif, dan mudah diakses.
Kemitraan dengan PPDI dan GERKATIN diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menumbuhkan empati bagi jajaran lembaga, sehingga tercipta ruang komunikasi yang setara di lingkungan kantor.
Acara yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Tarakan itu diikuti oleh kasubbag serta seluruh staf. Ke depan, Bawaslu Kota Tarakan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat nilai integritas dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.