Bahlil Lahadalia Kerap Dicatut dalam Hoaks di Media Sosial, Ini Daftar Narasi yang Beredar

Bahlil Lahadalia Kerap Dicatut dalam Hoaks di Media Sosial, Ini Daftar Narasi yang Beredar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kerap menjadi sasaran hoaks di berbagai platform media sosial. Sejumlah narasi menyesatkan beredar dan berpotensi membentuk opini publik yang keliru.

Penyebaran hoaks dinilai tidak hanya merugikan individu yang menjadi target, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas informasi serta memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik dan institusi negara. Kondisi ini menegaskan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai atau membagikan informasi.

Sejumlah konten yang mencatut nama Bahlil telah ditelusuri dalam rubrik Cek Fakta Liputan6.com. Hoaks yang beredar antara lain mengaitkan Bahlil dengan klaim seputar kebijakan dan isu kelistrikan, serta penggunaan kendaraan listrik.

Berikut beberapa narasi hoaks yang mencatut nama Bahlil dan sempat beredar di media sosial:

1. Klaim Bahlil menyebut PLN rugi karena masyarakat tidak bisa hemat listrik
Narasi ini beredar melalui unggahan Facebook pada 26 Maret 2026. Konten tersebut menampilkan foto Bahlil dengan tulisan: “Menteri ESDM BAHLIL: PLN MERUGI Karena Masyarakat Tak Bisa Belajar Hemat Listrik.”

2. Klaim Bahlil mendorong PLN menaikkan harga token listrik agar rakyat belajar hemat
Klaim ini ditemukan dalam unggahan Facebook pada 11 April 2026. Konten menampilkan foto Bahlil disertai tulisan: “BAHLIL DORONG PLN NAIKKAN HARGA TOKEN LISTRIK. Tujuannya Agar Rakyat Belajar Hemat Listrik dan Hindari Rugi,” serta keterangan yang mengajak warganet menyatakan persetujuan.

3. Klaim Bahlil mewajibkan rakyat Indonesia memakai motor listrik
Narasi ini beredar lewat unggahan Facebook pada 7 April 2026. Konten tersebut menampilkan foto wajah Bahlil dengan tulisan yang mengklaim adanya kewajiban bagi masyarakat untuk menggunakan motor listrik.

Dengan maraknya konten serupa, masyarakat diimbau untuk tetap kritis, memeriksa konteks informasi, dan merujuk pada sumber yang kredibel sebelum menyimpulkan kebenaran suatu klaim maupun menyebarkannya lebih lanjut.