Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk memperkuat sinergi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Penandatanganan berlangsung pada Selasa (12/5/2026) di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Penandatanganan diwakili Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan dan disebut sebagai langkah awal penguatan tata kelola agraria di Aceh. Sebelumnya, dokumen MoU telah ditandatangani Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Banda Aceh.
Dalu menyatakan ruang lingkup kerja sama dalam MoU tersebut dinilai signifikan untuk membangun tata kelola agraria dan pertanahan di Aceh. Menurutnya, kerja sama mencakup tata kelola dan sertifikasi aset, tata ruang, pengendalian, hingga asistensi pencegahan dan penanganan sengketa.
Melalui MoU ini, Aceh disebut menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki mekanisme koordinasi formal untuk pertukaran data dan informasi spasial secara terintegrasi dengan pemerintah pusat.
Dalu berharap sinergi tersebut dapat mempercepat program strategis ATR/BPN di Aceh, termasuk penguatan legalisasi aset dan penyelesaian persoalan pertanahan masyarakat. Ia juga meminta Kantor Wilayah BPN Aceh dan kantor pertanahan agar segera menindaklanjuti kerja sama lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Aceh.
Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Kanwil BPN Aceh Arinaldi, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanahan Aceh Nizwar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta perwakilan Biro Perencanaan dan Kerja Sama ATR/BPN.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh Bob Mizwar mengapresiasi proses pembahasan yang berlangsung maraton hingga finalisasi MoU. Ia menyebut percepatan legalitas lahan melalui kerja sama ini diharapkan berdampak langsung pada kepastian usaha pekebun, sekaligus membuka opsi penyelesaian sengketa agraria yang lebih terintegrasi dengan pemerintah pusat, termasuk optimalisasi program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Aceh.