Pemerintah Amerika Serikat memperketat peraturan transparansi harga layanan kesehatan di rumah sakit di tengah meningkatnya biaya perawatan yang kian membebani rumah tangga. Kenaikan biaya kesehatan disebut berdampak langsung pada keterjangkauan layanan bagi banyak keluarga, pada saat warga juga menghadapi tingginya harga makanan, perumahan, utilitas, dan kebutuhan pokok lainnya.
Survei terhadap hampir 20.000 orang dewasa menunjukkan tekanan biaya medis telah memaksa sebagian warga mengubah prioritas pengeluaran. Sekitar sepertiga responden menyatakan mereka harus mengurangi setidaknya satu pengeluaran harian untuk membayar tagihan medis. Bahkan, tekanan tersebut juga dialami oleh warga dengan pendapatan rata-rata hingga di atas rata-rata, yang dilaporkan terpaksa memangkas pengeluaran hidup, membatasi aktivitas seperti mengemudi, atau meminjam uang demi menutup biaya medis.
Di sisi lain, variasi harga layanan dan obat di rumah sakit turut menyoroti persoalan penetapan harga dalam sistem kesehatan. Dalam sebuah studi, harga sejumlah obat untuk penyakit umum dilaporkan sangat bervariasi antar rumah sakit. Salah satu contohnya, satu dosis obat kanker Keytruda disebut dapat berkisar dari sekitar US$12.000 hingga US$43.000.
Analisis lain terhadap lebih dari 1.300 catatan rumah sakit untuk layanan medis yang sama juga menemukan perbedaan besar dalam pembayaran asuransi: beberapa perusahaan asuransi hanya membayar US$1, sementara yang lain membayar hampir US$2.350. Temuan seperti ini memperkuat kekhawatiran mengenai ketidakjelasan mekanisme harga dan kontribusinya terhadap meningkatnya biaya perawatan kesehatan.
Untuk meningkatkan pengawasan, otoritas AS memperketat kewajiban pengungkapan data harga oleh rumah sakit. Lebih dari 500 rumah sakit telah diperingatkan karena dinilai gagal menyediakan informasi harga dasar kepada publik. Pemerintah berpendapat kurangnya transparansi dapat mendorong kenaikan biaya perawatan kesehatan.
Pengetatan aturan ini juga diikuti peningkatan sanksi. Jika sebelumnya denda maksimum bagi fasilitas yang tidak mengungkapkan harga layanan secara publik adalah US$300 per hari—atau hampir US$110.000 per tahun—kini denda tersebut dapat mencapai hingga US$2 juta per tahun. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat penegakan kepatuhan.
Meski demikian, penerapan transparansi harga dinilai tidak mudah. Aturan serupa sebenarnya telah berlaku sejak 2021, namun ketersediaan data harga layanan kesehatan masih terbatas dan sering kali membingungkan. Selain itu, tidak semua rumah sakit mematuhi ketentuan tersebut atau menerapkannya terlambat. Dalam 10 bulan pertama setelah kebijakan berlaku, tingkat kepatuhan disebut baru sekitar sepertiga fasilitas medis.
Dengan pengetatan regulasi dan kenaikan denda, pemerintah AS berharap rumah sakit lebih konsisten membuka informasi harga, sehingga masyarakat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang biaya layanan kesehatan dan pengawasan terhadap praktik penetapan harga dapat ditingkatkan.