Apkasindo Aceh Selatan Minta Politeknik Aceh Selatan Transparan Kelola Beasiswa Sawit BPDP

Apkasindo Aceh Selatan Minta Politeknik Aceh Selatan Transparan Kelola Beasiswa Sawit BPDP

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Selatan mendesak Politeknik Aceh Selatan (Poltas) meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana Beasiswa Sawit yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Apkasindo menilai informasi terkait besaran dana yang diterima dan dikelola kampus belum pernah disampaikan secara terbuka sejak program berjalan.

Ketua Apkasindo Aceh Selatan, Adi Darmawan, mengatakan pihaknya belum pernah memperoleh informasi mengenai jumlah dana beasiswa yang dikelola Poltas. Menurutnya, dana tersebut berasal dari pungutan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya yang semestinya kembali kepada petani dalam bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia keluarga petani sawit.

Adi juga menyampaikan keberatan karena Apkasindo mengaku tidak dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi beasiswa kepada petani sawit. Ia menyebut organisasi tersebut sejak awal mendorong agar Poltas menjadi kampus penerima program Beasiswa Sawit BPDP, namun setelah program berjalan, sosialisasi dinilai minim.

Menurut Adi, kurangnya sosialisasi membuat banyak anak petani sawit di Aceh Selatan tidak mengetahui adanya program beasiswa tersebut. Ia menyatakan hingga kini belum ada anak petani sawit Aceh Selatan yang diketahui menerima manfaat Beasiswa Sawit BPDP, sementara mahasiswa penerima yang kuliah di Poltas disebut mayoritas berasal dari luar Aceh.

Atas kondisi itu, Apkasindo meminta Poltas membuka informasi pengelolaan dana Beasiswa Sawit BPDP, termasuk besaran dana yang diterima dan dikelola selama 2024, 2025, hingga 2026. Selain itu, Apkasindo mendorong kampus lebih aktif turun ke lapangan untuk menyosialisasikan program kepada petani dan siswa lulusan SMA di sentra perkebunan sawit agar manfaat beasiswa benar-benar dirasakan keluarga petani.

Adi menegaskan, program Beasiswa Sawit BPDP seharusnya menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia anak petani sawit, bukan semata program yang dikelola secara administratif. Ia menilai transparansi dan sosialisasi menjadi kunci agar tujuan program tercapai dan dana yang berasal dari sektor sawit dapat dirasakan oleh petani sebagai penerima manfaat utama.

Sementara itu, Direktur Politeknik Aceh Selatan, Nuzuli Fitriadi, menyatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi program Beasiswa Sawit BPDP baik di tingkat nasional maupun di Aceh. Ia mengatakan sosialisasi dilakukan melalui koordinasi dengan dinas pertanian dan perusahaan sawit.