Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga (APKW) meminta Pemerintah Kabupaten Kolaka mengedepankan prinsip transparansi dan partisipasi publik dalam rencana pembangunan Sport Center di Kecamatan Watubangga.
Ketua APKW, Haikal Syam, menilai pembangunan infrastruktur daerah seharusnya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan pemangku kepentingan, termasuk unsur kepemudaan sebagai calon pengguna fasilitas.
"Kami mempertanyakan kejelasan, transparansi, serta rencana waktu pelaksanaan proyek Sport Center ini. Sebelumnya telah ada kesepakatan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembangunan akan terlebih dahulu dimusyawarahkan bersama kami," ujar Haikal dalam keterangan tertulis.
Haikal menegaskan APKW mendukung pembangunan Sport Center di Watubangga. Namun, ia meminta prosesnya tidak dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat, terutama organisasi kepemudaan yang nantinya memanfaatkan fasilitas tersebut. Menurutnya, pelibatan pemuda perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak perencanaan hingga evaluasi pascapembangunan.
Pada tahap perencanaan, APKW meminta dilibatkan dalam pembahasan rancangan teknis, pemaparan Detailed Engineering Design (DED), serta memperoleh informasi mengenai alokasi anggaran. APKW menilai langkah itu penting agar desain fasilitas olahraga sesuai kebutuhan masyarakat dan aktivitas kepemudaan di Kecamatan Watubangga.
Untuk tahap pelaksanaan, APKW mengusulkan mekanisme pengawasan partisipatif dengan melibatkan perwakilan pemuda. Pengawasan tersebut ditujukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.
Sementara pada tahap evaluasi, APKW berharap dapat dilibatkan dalam penilaian hasil pekerjaan, baik saat Provisional Hand Over (PHO) maupun Final Hand Over (FHO). APKW juga ingin turut dilibatkan dalam penyusunan konsep pengelolaan dan pemanfaatan Sport Center setelah pembangunan selesai.
Haikal mendesak Bupati Kolaka atau Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kolaka memberikan tanggapan resmi atas aspirasi tersebut serta memfasilitasi forum dialog dengan APKW sebelum pekerjaan fisik dimulai.
"Kami sangat mendukung setiap upaya pembangunan di Kecamatan Watubangga selama prosesnya dilakukan secara bermartabat, taat asas, serta menghargai partisipasi masyarakat sipil, khususnya pemuda," kata Haikal.
APKW berharap komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan Sport Center yang berkualitas, tepat sasaran, dan bermanfaat jangka panjang bagi warga Kecamatan Watubangga.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Kolaka, Guntur Suhandoko, mengatakan secara teknis proyek pembangunan Sport Center Watubangga dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kolaka. Menurutnya, Dispora hanya terlibat pada tahap perencanaan awal.
"Iya secara teknis PU yang mengerjakan. (Perencanaannya) itu sebelum saya menjabat Kadispora," ujar Guntur saat dihubungi melalui telepon seluler pada Senin (20/7/2026) petang.
Terkait besaran anggaran, Guntur meminta agar informasi detail proyek ditanyakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Kabupaten Kolaka, Ihwan Halik, karena anggaran melekat di Dinas PU. Ia menyebut, untuk tahap awal yang diketahuinya, anggaran yang digunakan sekitar setengah dari total anggaran, namun ia menekankan rincian angka dapat dikonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas PU.
Menanggapi tuntutan APKW, Guntur menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi dan membangun komunikasi dengan APKW. Ia juga menyebut tengah berkoordinasi dengan Plt Kadis PU untuk menentukan waktu turun ke lapangan dan berkomunikasi dengan Pemerintah Kecamatan Watubangga bersama APKW.
"Sementara kami sudah terima dan komunikasi dengan pihak Aliansi Pemuda Watubangga (APKW). Kami dari Dispora siap memfasilitasi dan sementara komunikasi dengan (Plt) Kadis PU untuk mencari waktu turun ke lapangan berkomunikasi dengan Pemerintah Kecamatan Watubangga bersama dengan Aliansi Pemuda Watubangga," kata Guntur.