Ajaib Klaim Tembus 7 Juta Pengguna, Perkuat Keamanan dan Transparansi Platform

Ajaib Klaim Tembus 7 Juta Pengguna, Perkuat Keamanan dan Transparansi Platform

Jakarta – Platform investasi digital Ajaib menyatakan jumlah penggunanya telah melampaui 7 juta investor. Di tengah pertumbuhan investasi digital di Indonesia, perusahaan menegaskan fokus pada kepercayaan pengguna melalui penguatan keamanan sistem, transparansi layanan, dan perlindungan konsumen.

Vice President of Product Design and Brand Experience Ajaib, Michael Lim, mengatakan peningkatan minat masyarakat terhadap investasi digital membuat perusahaan menempatkan aspek kepercayaan sebagai prioritas pada fase pertumbuhan berikutnya. “Fokus kami bukan hanya untuk growth dan tumbuh, jadi fase berikutnya adalah untuk bangun kepercayaan, terus membangun kepercayaan. Prioritas kami adalah keamanan, transparansi, dan perlindungan investasi,” ujar Michael dalam pemaparannya kepada media, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Michael, mayoritas pengguna Ajaib berada pada rentang usia 25 hingga 40 tahun. Kelompok ini disebut menjadi motor pertumbuhan karena termasuk investor ritel aktif, sekaligus banyak di antaranya menjadikan Ajaib sebagai aplikasi investasi pertama. Ia menambahkan, jumlah pengguna terus bertambah setiap hari.

Ajaib juga menyampaikan target kontribusi terhadap ambisi nasional untuk meningkatkan jumlah investor domestik hingga 40 juta investor aktif pada 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Dari sisi keamanan, perusahaan menyebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan perlindungan terhadap potensi penipuan atau fraud. Michael mengatakan penggunaan AI memungkinkan deteksi fraud dilakukan lebih cepat dan akurat, sekaligus menjaga keamanan akun investor. “Kami ingin selalu memastikan bahwa platform yang aman, konsumen selalu terlindungi,” katanya.

Selain AI, Ajaib menyatakan sistemnya diperkuat melalui sertifikasi keamanan standar internasional ISO 27001 dan audit keamanan secara berkala. Perusahaan juga menargetkan tingkat uptime sistem hingga 99 persen untuk menjaga stabilitas layanan.

Dalam pengembangan produk, Ajaib menerapkan tiga prinsip desain. Pertama, transparency by design untuk memastikan fitur investasi dapat diakses dengan jelas. Kedua, safeguarding interface yang dirancang agar pengguna terhindar dari kesalahan transaksi yang tidak disengaja. Ketiga, education embedded in journey, yakni memasukkan edukasi investasi langsung dalam perjalanan pengguna saat menggunakan aplikasi.

Michael menilai pendekatan edukasi penting karena sebagian besar pengguna merupakan pemilik akun investasi pertama. “Sebagian besar user kami adalah konsumen yang baru pertama kali punya akun investasi. Jadi salah satu tugas kami adalah memastikan proses edukasinya bisa berjalan sambil mereka melakukan investasi,” ujarnya.

Sementara itu, President Director Ajaib, Juliana, menegaskan transparansi menjadi prinsip perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kasus yang sempat menjadi perhatian publik pada tahun lalu. Ia menyebut permasalahan tersebut telah diselesaikan dan menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi investor.

“Pembelajaran yang saya lihat di sini adalah lebih kepada bagaimana mengedukasi nasabah sehingga pemahaman nasabah tersebut sebenarnya sesuai dengan apa yang terjadi, sehingga tidak ada kesalahpahaman,” kata Juliana. Menurutnya, literasi keuangan dan perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan untuk meminimalkan risiko kesalahpahaman maupun potensi fraud di industri investasi digital.