Agam Ajukan Kebutuhan 1.744 Hunian Tetap untuk Penyintas Banjir Bandang dan Longsor

Agam Ajukan Kebutuhan 1.744 Hunian Tetap untuk Penyintas Banjir Bandang dan Longsor

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan membutuhkan 1.744 unit hunian tetap bagi penyintas bencana alam yang rumahnya mengalami rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor. Saat ini, sebagian penyintas masih tinggal di hunian sementara maupun menumpang di rumah keluarga.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan kebutuhan hunian tetap tersebut diperuntukkan bagi penyintas di Kecamatan Palembayan, Malalak, dan Tanjung Raya. Menurutnya, pembangunan hunian tetap memerlukan anggaran besar dan telah dimasukkan ke dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Pemkab Agam juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian tetap, yakni di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, serta di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Lahan tersebut merupakan aset pemerintah daerah dan diharapkan pembangunan bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 mengakibatkan 2.283 unit rumah rusak berat, dengan kategori rusak fisik, hanyut, dan terancam. Dari jumlah itu, 358 unit atau kepala keluarga menginginkan hunian sementara, 612 telah mengambil dana tunggu hunian yang sudah disalurkan, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi.

Untuk hunian sementara, pemerintah telah membangun sejumlah unit di beberapa lokasi. Di Kecamatan Palembayan, hunian sementara dibangun di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia sebanyak 117 unit; Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia sebanyak 88 unit; Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang sebanyak 51 unit; serta Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto sebanyak 33 unit.

Selain itu, hunian sementara juga dibangun di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak sebanyak 14 unit; Lahan Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 35 unit; serta di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 19 unit.

Benni menyebut hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak telah selesai dibangun dan sudah dihuni oleh 117 penyintas, sedangkan lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

Dalam bencana tersebut, tercatat 202 warga meninggal dunia. Santunan dari Kementerian Sosial telah disalurkan untuk 195 orang, sementara tujuh orang belum menerima santunan karena tidak memiliki keluarga.