Minat terhadap tokenisasi aset terus meningkat, namun pelaku industri menilai aspek transparansi menjadi kunci agar produk tersebut dipercaya investor. Salah satu mekanisme yang disorot adalah verifikasi cadangan atau Proof of Reserves (PoR), yang ditujukan untuk memastikan setiap token benar-benar didukung oleh aset yang mendasarinya.
CEO Bitget, Gracy Chen, menilai fokus sebagian pelaku industri pada penyediaan saham yang ditokenisasi kerap tidak diimbangi perhatian terhadap keamanan dan stabilitas, terutama terkait PoR yang transparan. Dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (21/7/2026), ia menyebut transparansi cadangan sebagai fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor.
Menurut Gracy, transparansi tidak hanya menyangkut keberadaan aset dasar, tetapi juga mencakup siapa kustodiannya, bagaimana audit independen dilakukan, serta ketersediaan sistem verifikasi yang dapat diakses publik. Elemen-elemen tersebut dinilai menentukan sejauh mana investor dapat menilai kredibilitas produk tokenisasi.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Reality—platform penerbit aset dunia nyata (real-world assets/RWA) teregulasi yang didukung Bitget—merilis laporan PoR yang mencakup seluruh portofolio rToken. Portofolio itu meliputi saham dan ETF Amerika Serikat yang telah ditokenisasi.
Gracy menyatakan Reality melalui rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto dan terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Ia menambahkan bahwa tujuan utama penerbitan laporan tersebut adalah menjaga kepercayaan pengguna dan menghadirkan produk yang kredibel.
Dalam laporan itu, cadangan aset disebut telah diverifikasi secara independen oleh The Network Firm. Sementara itu, sekuritas dasarnya disimpan melalui Alpaca Securities LLC, broker-dealer yang terdaftar di FINRA dan dilindungi oleh SIPC. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan jaminan bahwa aset digital yang diterbitkan memiliki dukungan aset yang jelas.
Penerapan PoR dipandang sebagai bagian dari upaya industri untuk meningkatkan transparansi di tengah pertumbuhan pasar RWA. Verifikasi independen, penggunaan kustodian teregulasi, serta pencatatan data secara on-chain dinilai dapat memperkuat visibilitas atas aset yang menjadi dasar penerbitan token.
Hingga kini, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token, termasuk saham perusahaan seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA. Total aset kelolaan (assets under management/AUM) platform tersebut juga telah melampaui USD100 juta, yang menunjukkan meningkatnya minat terhadap ekosistem investasi berbasis tokenisasi.