Adi Prayitno Nilai Kemunculan Kabinet Bayangan Jadi Wujud Partisipasi Politik Publik

Adi Prayitno Nilai Kemunculan Kabinet Bayangan Jadi Wujud Partisipasi Politik Publik

Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai kemunculan Kabinet Bayangan yang digagas kalangan akademisi, peneliti, dan pegiat masyarakat sipil menjadi penanda bahwa proses politik tidak berhenti setelah pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu).

Menurut Adi, demokrasi tidak hanya berbicara tentang siapa yang menang dalam kontestasi politik, tetapi juga bagaimana kekuasaan diawasi setelah pemerintahan terbentuk. Ia menekankan pentingnya pengawasan publik ketika kekuasaan mulai dijalankan.

“Politik bukan hanya soal menang dalam pemilu. Yang paling penting justru setelah kekuasaan dijalankan. Ketika ada kebijakan atau pernyataan penguasa yang dianggap tidak sesuai dengan koridor demokrasi, tidak boleh ada yang diam,” kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, Jumat, 31 Juli 2026.

Adi menjelaskan, pada fase tersebut partisipasi politik masyarakat perlu hadir. Ia menyebut kritik dan masukan terhadap pemerintah sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat.

“Salah satu ciri negara demokratis dan demokrasi yang terkonsolidasi adalah ketika warga negaranya tanpa lelah dan tanpa henti terus memberikan masukan dan kritik secara terbuka apabila ada kebijakan yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Adi juga berpendapat lahirnya Kabinet Bayangan merupakan hal positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kehadiran kelompok tersebut dapat memperkuat fungsi kontrol terhadap pemerintah sekaligus memperkaya diskursus kebijakan publik.

“Lahirnya Kabinet Bayangan saya kira akan semakin memperkaya khazanah politik dan demokrasi di Indonesia,” pungkas Adi.