Dr. Eng. Abdul Rachman Rasyid, ST., M.Si., dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), dilantik sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah Tata Ruang dan Informasi Spasial (WITARIS) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas untuk periode 2026–2030. Pelantikan ini menjadi kabar yang disambut baik oleh sivitas akademika Unhas, sekaligus keluarga besar alumni Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Unhas.
Abdul Rachman Rasyid merupakan bagian dari angkatan awal ITK Unhas pada 1993, saat program studi tersebut masih berdiri sendiri dan belum menjadi Departemen Ilmu Kelautan di bawah Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP). Lebih dari tiga dekade setelahnya, ia dipercaya memimpin pusat riset yang berfokus pada pengembangan wilayah, tata ruang, dan informasi spasial.
Jejak kariernya menggambarkan luasnya penerapan ilmu kelautan di luar sektor kelautan. Bekal pemahaman tentang sistem lingkungan, pemetaan, penginderaan jauh, analisis spasial, serta pengelolaan sumber daya alam dinilai dapat membuka peluang kontribusi pada beragam bidang.
Berbeda dari jalur yang kerap ditempuh alumni ITK yang berkarier sebagai dosen di FIKP atau peneliti kelautan, Abdul Rachman Rasyid mengembangkan karier sebagai dosen di Fakultas Teknik Unhas, Kampus Unhas Gowa. Di lingkungan tersebut, ia memperkuat keahlian pada penginderaan jauh, sistem informasi geografis (SIG), dan perencanaan wilayah, yang menjadi fondasi dalam pengembangan tata ruang berbasis data spasial.
Penunjukannya sebagai Kepala WITARIS juga mencerminkan kebutuhan pendekatan multidisiplin dalam menjawab tantangan pembangunan. Sejumlah isu, seperti tata ruang, mitigasi bencana, pengelolaan wilayah pesisir, pembangunan perkotaan, hingga adaptasi perubahan iklim, dipandang memerlukan integrasi teknologi geospasial, analisis lingkungan, dan pemahaman dinamika wilayah.
Bagi alumni ITK Unhas, capaian ini dipandang sebagai bukti bahwa kompetensi yang dibangun sejak masa kuliah dapat mengantarkan lulusan berkiprah di berbagai sektor. Lulusan ITK disebut tidak hanya berperan sebagai peneliti kelautan, tetapi juga dapat berkembang menjadi akademisi, perencana wilayah, ahli penginderaan jauh, konsultan lingkungan, hingga memimpin lembaga penelitian.
Pelantikan Abdul Rachman Rasyid turut menjadi gambaran bahwa batas antarbidang ilmu kian cair. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, ketika informasi spasial menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan, peran lintas disiplin dinilai semakin relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
Kepercayaan memimpin WITARIS LPPM Unhas menegaskan bahwa latar belakang pendidikan di Ilmu dan Teknologi Kelautan tidak membatasi ruang kontribusi alumninya. Sebaliknya, pengalaman dan keahlian yang berkembang lintas bidang dapat memperkuat kolaborasi serta mendorong kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan yang berkelanjutan.