Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan dilaporkan telah menjangkau sekitar 2,4 juta penerima manfaat melalui 575 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, membenarkan jumlah tersebut dan menyatakan seluruh dapur saat ini aktif mendukung distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
“Ada 575 dapur SPPG yang beroperasi,” ujar Handayani, Jumat (08/05/2026).
Namun, ketika dimintai keterangan mengenai berapa banyak dapur yang telah mengantongi Surat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), pihak KPPG Makassar belum memberikan rincian lebih lanjut.
Padahal, sertifikasi keamanan pangan menjadi salah satu syarat utama dalam operasional dapur SPPG sebagaimana diatur dalam pedoman Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam pedoman tersebut, BGN menegaskan sertifikasi keamanan pangan merupakan instrumen untuk memastikan proses operasional dapur memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta pengendalian risiko pangan.
“Sertifikat ini tidak hanya berfungsi terhadap kepatuhan regulasi, tetapi sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan mutu layanan, perlindungan konsumen, dan efisiensi operasional,” demikian tertulis dalam pedoman sertifikasi keamanan pangan BGN.
Dalam sistem operasional SPPG, terdapat dua jenis sertifikasi keamanan pangan yang menjadi standar penguatan layanan, yakni SLHS sebagai standar dasar dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai standar lanjutan.
Dengan cakupan layanan yang telah menyentuh jutaan penerima manfaat di Sulawesi Selatan, transparansi data sertifikasi dapur menjadi sorotan untuk memastikan standar keamanan pangan berjalan sesuai ketentuan. Program MBG terus berkembang cepat di wilayah ini, dengan tantangan berikutnya tidak hanya terkait perluasan jangkauan, tetapi juga pemenuhan standar keamanan pangan yang wajib diterapkan.