Bulan Ramadan kerap menjadi momentum meningkatkan ibadah dan berbagi. Namun, pada saat yang sama, momen ini juga dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks dan menjalankan penipuan digital. Modus yang muncul beragam, mulai dari klaim pembagian bantuan, promo menggiurkan, hingga informasi keagamaan palsu yang beredar di media sosial.
Derasnya arus informasi digital membuat masyarakat perlu lebih waspada. Sejumlah faktor turut mendorong meningkatnya kasus penipuan, seperti kondisi sebagian orang yang kurang fokus saat berpuasa, meningkatnya kebutuhan finansial, serta tingginya sikap dermawan selama Ramadan. Celah ini kerap dimanfaatkan pelaku untuk mengincar korban yang berharap mendapat bantuan atau terpengaruh informasi keliru.
Masyarakat diimbau memeriksa setiap informasi dari sumber tepercaya sebelum membagikan atau mengikuti instruksi tertentu. Selain itu, penting mengenali pola hoaks yang beredar. Berikut beberapa contoh klaim yang ditemukan dalam penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
1. Klaim tautan pendaftaran “Kartu Prakerja Ramadan 2026”
Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan di Facebook pada 10 Maret 2026 yang mengklaim adanya “Program Kartu Prakerja Ramadhan” dengan total manfaat hingga Rp4.200.000. Unggahan tersebut menyertakan ajakan untuk mendaftar melalui menu “daftar” yang mengarah ke sebuah tautan.
Tautan itu mengarahkan pengguna ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta data seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Klaim tersebut kemudian ditelusuri oleh tim Cek Fakta.
2. Klaim tautan pendaftaran “BSU Ramadan Rp600.000”
Kasus serupa juga ditemukan pada unggahan Facebook tertanggal 26 Februari 2026. Unggahan itu mengklaim pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) Ramadan sebesar Rp600.000 melalui Kementerian Ketenagakerjaan, disertai tombol “daftar”.
Saat tombol tersebut diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram. Klaim ini turut menjadi bahan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
3. Klaim video Gibran umumkan bantuan dana spesial Ramadan Rp25 juta
Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati unggahan Facebook pada 25 Februari 2026 yang menampilkan video dengan klaim Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bantuan dana spesial Ramadan sebesar Rp25 juta. Dalam unggahan tersebut, warganet diminta menyukai dan membagikan postingan sebagai syarat.
Video itu memuat pernyataan yang mengajak masyarakat untuk “like, share, dan komentar dari kota mana” agar bantuan dapat “langsung cair”. Klaim video tersebut kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh tim Cek Fakta.
Di tengah maraknya modus penipuan berkedok program bantuan dan informasi Ramadan, masyarakat disarankan lebih berhati-hati, terutama ketika menemukan tautan pendaftaran yang meminta data pribadi atau mengarahkan ke formulir tertentu. Memastikan informasi berasal dari kanal resmi dan sumber tepercaya menjadi langkah penting untuk menghindari jebakan hoaks.

