Warga Sibolga Pertanyakan Keterbukaan Informasi Penanganan Kasus Dugaan Keracunan Mie Tek-Tek

Warga Sibolga Pertanyakan Keterbukaan Informasi Penanganan Kasus Dugaan Keracunan Mie Tek-Tek

Kasus dugaan keracunan makanan mie tek-tek di Kota Sibolga yang terjadi pada Maret 2026 kembali menjadi perbincangan di tengah warga. Hingga kini, masyarakat menilai belum ada perkembangan penanganan yang jelas terkait peristiwa yang dilaporkan menimpa 41 orang, termasuk balita.

Salah seorang warga Sibolga, Edward Lumban Gaol, mengatakan masyarakat mempertanyakan tindak lanjut kasus yang sebelumnya sempat ramai diberitakan. Ia menilai informasi perkembangan penanganan kasus belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Biasanya pihak kepolisian menyampaikan perkembangan kasus kepada publik. Tapi sampai sekarang kami belum melihat ada penjelasan lanjutan terkait kasus ini,” kata Edward, Rabu (20/5/2026).

Menurut Edward, meski peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, penanganan tetap perlu dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus serupa terkait mie tek-tek di Sibolga.

“Sekitar tanggal 6 Juni beberapa tahun lalu ada kasus yang sama di warung mie tek-tek di Pasar Inpres Sibolga. Kita berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi. Masyarakat ingin merasa aman dan nyaman ketika menikmati wisata kuliner atau jajanan masyarakat yang murah meriah namun dapat memberikan rasa aman,” ujarnya.

Edward berharap Polres Sibolga dapat memberikan informasi yang terbuka mengenai perkembangan penyelidikan agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, puluhan warga dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi mie tek-tek dari salah satu pedagang di Kota Sibolga. Sejumlah korban sempat menjalani perawatan medis setelah mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan sakit perut.