JEMBER—Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi di Dusun Krajan, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, menuai keluhan warga. Proyek yang ditujukan untuk menopang produktivitas pertanian itu diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dinilai merugikan petani.
Warga menyatakan, meski secara administrasi proyek tersebut diklaim telah rampung, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Aliran air yang seharusnya terkelola untuk kebutuhan sawah disebut justru terbuang, meluap, dan masuk ke lahan milik warga.
Saipul, warga Dusun Krajan, mengatakan sistem irigasi yang dibangun tidak berjalan sesuai harapan. Akibatnya, petani kesulitan mengatur pasokan air, bahkan sebagian tidak dapat melakukan penanaman. “Airnya malah terbuang dan masuk ke lahan warga. Sawah tidak teraliri dengan baik. Kami jadi tidak bisa tanam,” ujar Saipul.
Dalam perkembangan terkait, LSM mendesak kejaksaan melakukan audit terhadap proyek jaringan tersier di Desa Menampu menyusul dugaan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai fungsi di lapangan.

