DENPASAR — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Bali di Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Pertemuan tersebut membahas pengelolaan ruang serta koordinasi arah pembangunan di Bali yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Ossy menekankan pentingnya instrumen tata ruang sebagai acuan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan daya dukung lingkungan di Bali. Ia menilai, salah satu tantangan utama pembangunan di Bali adalah mengelola ketersediaan ruang yang terbatas di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan.
“Bicara masa depan Bali, kita bicara bagaimana mengelola ruang yang terbatas sekaligus menjawab kebutuhan yang terus bertambah. Rencana Tata Ruang (RTR) adalah kompas pembangunan dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) adalah petunjuk operasionalnya,” ujar Ossy.
Menurutnya, keberadaan RTR dan RDTR menjadi bagian penting dalam mengarahkan pembangunan agar tetap sesuai dengan peruntukan ruang serta memperhatikan kondisi lingkungan.
Ia menambahkan, melalui sinergi antara Kementerian ATR/BPN, Kemenko IPK, dan Pemerintah Provinsi Bali, penyusunan dan penerapan RTR serta RDTR diharapkan dapat mendukung tata kelola ruang yang berkelanjutan dan berkeadilan. Pengelolaan ruang juga diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter Bali.