Wakil Presiden Vietnam Serukan Pengamanan Proaktif ‘Sejak Dini dan dari Jarak Jauh’

Wakil Presiden Vietnam Serukan Pengamanan Proaktif ‘Sejak Dini dan dari Jarak Jauh’

Komando Pengawal di bawah Kementerian Keamanan Publik Vietnam menggelar upacara penganugerahan gelar “Pahlawan Angkatan Bersenjata Rakyat” kepada Departemen Perlindungan Acara Khusus dan Tamu Internasional (Departemen 6) di Hanoi, pada sore 18 Agustus.

Dalam upacara tersebut, Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan, atas nama para pemimpin Partai dan Negara, menganugerahkan gelar kehormatan itu kepada Departemen 6 atas capaian yang disebut luar biasa dalam menjaga keamanan politik, ketertiban sosial, dan keselamatan pada periode 2015–2025. Penghargaan itu juga dikaitkan dengan kontribusi unit tersebut terhadap pembangunan sosialisme dan pembelaan Tanah Air.

Dalam pidatonya, Wakil Presiden menegaskan peran penting kerja pengamanan dalam melindungi keamanan nasional serta melindungi Partai, Negara, dan rezim sosialis. Ia menyebut Pasukan Keamanan Publik Rakyat sebagai kekuatan khusus yang menjalankan tugas perlindungan khusus untuk memastikan keamanan mutlak bagi pihak-pihak yang berada dalam pengamanan.

Wakil Presiden juga menyinggung sejarah pembentukan dan perkembangan pasukan pengamanan yang dinilai terkait erat dengan perjalanan revolusi Partai dan bangsa. Ia menyatakan para perwira yang bertugas di satuan tersebut selama ini menunjukkan kesetiaan, kecakapan, keberanian, dan pengabdian, serta mampu menjalankan tugas menjaga keamanan para pemimpin, lembaga-lembaga kunci, dan kegiatan penting Partai dan Negara.

Mencermati dinamika global, regional, dan domestik, Wakil Presiden meminta Komando Pengawal, termasuk Departemen 6, untuk terus membangun kekuatan yang “revolusioner, profesional, elit, dan modern” serta setia kepada Tanah Air, Partai, Negara, dan rakyat.

Kepada Departemen 6, ia menekankan pentingnya pembekalan keterampilan lunak bagi para perwira, seperti penguasaan bahasa asing, protokol, pengetahuan budaya dan hukum internasional, serta kemampuan koordinasi dan penanganan situasi di lingkungan internasional. Ia juga menekankan bahwa personel tidak hanya dituntut menguasai aspek profesional, tetapi juga menunjukkan sikap profesional, perilaku beradab, dan keteladanan, sekaligus berkontribusi menyebarkan citra positif Pasukan Keamanan Publik Rakyat serta negara dan rakyat Vietnam di mata internasional.

Wakil Presiden menekankan perlunya inovasi kuat dalam cara berpikir, metode, dan langkah kerja pengamanan, dengan orientasi pada pencegahan dan pengelolaan risiko secara proaktif “sejak dini dan dari jauh.” Menurutnya, persyaratan keselamatan mutlak bagi individu yang dilindungi harus selalu ditempatkan dalam kerangka tugas yang lebih luas untuk melindungi keamanan nasional, Partai, Negara, rakyat, dan sistem sosialis.

Ia meminta aparat secara proaktif memahami situasi, meningkatkan kualitas riset, analisis, peramalan, dan penilaian risiko, serta rutin meninjau, memperbarui, dan menyempurnakan rencana serta strategi pengamanan. Ia juga menekankan perlunya menghindari sikap pasif atau lengah dalam situasi apa pun.

Selain itu, Wakil Presiden menyoroti pentingnya inovasi, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital dalam kerja pengamanan. Ia mendorong penguasaan bertahap atas peralatan dan teknologi modern, disertai pelatihan dan pengembangan personel agar mampu memanfaatkan teknologi. Ia juga menekankan perlunya memadukan metode tradisional dengan teknologi modern secara selaras, serta menyeimbangkan pengamanan langsung dengan keamanan informasi dan data serta aspek lain yang terkait dengan individu yang dilindungi, guna menjawab tuntutan tugas pada fase baru.