Sebuah video yang diklaim menampilkan tentara China mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, beredar di media sosial pada pertengahan Juli 2026. Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebut kedatangan pasukan itu terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dan dikhawatirkan memicu persaingan antara tenaga kerja Indonesia dan asing.
Video itu dibagikan sejumlah akun Facebook pada Kamis (16/7/2026). Dalam unggahan yang beredar, terdengar suara orasi seorang warga yang menyampaikan kekhawatiran bahwa tentara China akan menguasai Indonesia. Teks narasi dalam video juga menyebut, “Tentara China terang-terangan mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado. Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Orasi nenek 74 tahun ini menyayat hati rakyat Indonesia.”
Humas PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara Sam Ratulangi, Yanti Pramono, memastikan klaim tersebut tidak benar. Saat dikonfirmasi pada Jumat (17/6/2026), ia menyatakan tidak ada kedatangan tentara China seperti yang dinarasikan dalam video.
Menurut Yanti, terdapat sejumlah ketidaksesuaian yang menunjukkan peristiwa dalam video tidak terjadi di Bandara Internasional Sam Ratulangi. Salah satunya, keberadaan floodlight di belakang pesawat yang disebut tidak dimiliki bandara tersebut. Selain itu, fasilitas jembatan kaca seperti yang tampak dalam video juga tidak ditemukan di Bandara Sam Ratulangi.
Ia juga menyebut perbedaan pada detail fasilitas lainnya. “Model Avio bukan punya Manado. Kita juga tidak ada tangga besi di fixedbridge,” kata Yanti.
Karena adanya ketidaksesuaian itu, Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri video yang beredar menggunakan teknik reverse image search untuk memastikan asal-usulnya.