Sebuah video yang memperlihatkan asap tebal membubung di tengah permukiman beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai rekaman ledakan bom di rumah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Klaim itu menyebar melalui sejumlah unggahan di Facebook dan Instagram, disertai narasi bahwa kediaman Khamenei “hancur dibom AS dan Israel” pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam narasi yang beredar, video tersebut juga disebut sebagai bukti visual yang menggambarkan rumah Khamenei hancur lebur, dengan asap hitam masih terlihat membumbung. Sejumlah unggahan turut menyertakan pernyataan bahwa Iran mengonfirmasi pemimpin tertingginya selamat.
Namun, pemeriksaan Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video yang beredar merupakan konten manipulatif. Berdasarkan penelusuran jejak digital, tidak ditemukan sumber kredibel yang dapat mengonfirmasi keaslian video tersebut.
Kompas.com kemudian memeriksa video menggunakan dua alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan. Hasil analisis Sight Engine menunjukkan video tersebut terindikasi sebagai konten generatif dengan probabilitas 80 persen. Sementara itu, alat pendeteksi The Hive memberikan hasil lebih tinggi, yakni probabilitas 99,5 persen bahwa video tersebut merupakan generatif AI.
Meski video yang beredar dinyatakan tidak autentik, Kompas.com menyebut serangan terhadap Beit-e Rahbari—kompleks kediaman resmi sekaligus kantor kerja Ali Khamenei—memang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam laporan yang dirujuk, Ali Khamenei dinyatakan wafat akibat serangan tersebut.
Citra satelit yang memperlihatkan kondisi kediaman Khamenei sebelum dan sesudah ledakan disebut dapat disaksikan melalui laporan Associated Press.
Dengan demikian, klaim bahwa video yang beredar adalah rekaman ledakan di rumah Ali Khamenei tidak didukung bukti yang valid. Video tersebut terdeteksi sebagai konten generatif, meski peristiwa penargetan kompleks kediaman Khamenei dilaporkan benar terjadi.

