Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, mengumumkan pendaftaran dana bantuan DAP dari Pemerintah Australia. Dalam narasi yang menyertai unggahan, umat Kristen yang ingin memperoleh bantuan disebut diminta mendaftar melalui Pendeta Jacklevyn dan menghubungi nomor WhatsApp yang dicantumkan.
Video dengan klaim tersebut dibagikan oleh sejumlah akun Facebook. Di dalamnya, Pendeta Jacklevyn disebut menyatakan bahwa pendaftaran bantuan DAP Australia hanya dapat dilakukan melalui dirinya.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim itu tidak benar. Pada kanal media sosial Pendeta Jacklevyn tidak ditemukan konten maupun informasi terkait pendaftaran dana bantuan DAP dari Pemerintah Australia.
Dari sisi visual, video juga memperlihatkan kejanggalan, salah satunya gerakan wajah yang tampak kaku dan tidak natural. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan perangkat Zhuque AI Detection Assistant menunjukkan video tersebut memiliki probabilitas 92,31 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Penelusuran dengan Google Lens mengarah pada dugaan bahwa materi dalam video merupakan tangkapan layar dari sebuah unggahan di YouTube. Video aslinya merupakan momen Pendeta Jacklevyn menyampaikan keterangan setelah bertemu dengan Jusuf Kalla pada April 2026. Pertemuan itu disebut dilakukan untuk membahas dan meluruskan kesalahpahaman terkait potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026.
Dengan demikian, video yang mengeklaim Pendeta Jacklevyn mengumumkan pendaftaran dana bantuan DAP dari Pemerintah Australia merupakan hasil manipulasi. Tidak terdapat informasi valid bahwa Pendeta Jacklevyn membuka pendaftaran bantuan tersebut melalui nomor WhatsApp sebagaimana tercantum dalam unggahan yang beredar.