Sebuah video yang menampilkan kapal diserang dan diklaim sebagai aksi Iran terhadap kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz beredar di media sosial. Narasi yang menyertai video itu menyebut kapal AS diserang saat mencoba melintasi Selat Hormuz.
Klaim tersebut muncul di tengah situasi memanas akibat perang antara Israel dan Iran pada Maret 2026, yang disebut berdampak pada pelayaran di Selat Hormuz. Dalam periode 1–17 Maret 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi adanya 17 insiden kerusakan pada kapal-kapal komersial di wilayah tersebut.
Namun, video yang beredar tidak berasal dari peristiwa nyata. Penelusuran menemukan bahwa cuplikan itu merupakan konten dari gim bertema militer, War Thunder. Salah satu unggahan awal video tersebut diketahui muncul di Reddit.
War Thunder merupakan gim simulasi perang yang dapat dimainkan di komputer maupun konsol dan dikembangkan oleh Gaijin Entertainment. Dalam gim itu, terdapat model kapal perang AS yang digunakan sebagai aset permainan, termasuk USS Tennessee.
Kepala Humas Gaijin Entertainment, Konstantin Govorun, juga membenarkan bahwa video yang beredar bersumber dari War Thunder. Ia menyatakan, “Ya, ini sepertinya cuplikan dari War Thunder,” pada 3 Maret 2026, seperti dikutip dari AFP.
Dengan demikian, video yang diklaim menunjukkan kapal perang AS diserang Iran di Selat Hormuz merupakan konten yang disebarkan dengan konteks keliru karena berasal dari gim, bukan dokumentasi kejadian nyata.

